Arkeolog Temukan Kuil Kuno Suku Aztec Usai Meksiko Diguncang Gempa 7.1 SR

Meksiko digunjang gempa berkekuatan 7,1 pada skala Richter. Pasca gempa dahsayat itu para arkeolog menelusuri piramida Meksiko yang rusak.

Arkeolog Temukan Kuil Kuno Suku Aztec Usai Meksiko Diguncang Gempa 7.1 SR
kompas.com
Piramida Teopanzolco, Cuernavaca, Negara Bagian Morelos. 

TRIBUNJAMBI.COM - Meksiko digunjang gempa berkekuatan 7,1 pada skala Richter. Pasca gempa dahsayat itu para arkeolog menelusuri piramida Meksiko yang rusak.

Uniknya, gempa ini justru mengungkap jejak-jejak keberadaan sebuah kuil kuno.

Kuil tersebut terkurung di dalam piramida Teopanzolco di negara bagian Morelos, sekitar 70 kilometer dari Ibu Kota Mexico.

Diperkirakan kuil itu didirikan pada tahun 1150 Masehi oleh kaum Tlahuica, salah satu bangsa Aztec yang tinggal di Meksiko tengah.

Bangunan ini dipersembahkan untuk Tláloc, dewa hujan Aztec.

Para arkeolog mengatakan kuil tersebut awalnya berdimensi 6x4 meter. Di antara sisa-sisa kuil, para arkeolog juga menemukan sebuah wadah untuk membakar dupa dan pecahan keramik.

Penemuan ini terungkap ketika para ilmuwan dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Meksiko (INAH) menggunakan radar untuk memeriksa kerusakan piramida Teopanzolco di Cuernavaca pascagempa yang melanda Meksiko pada September 2017 lalu.

Arkeolog Barbara Konieczna mengatakan bahwa adanya gempa berkekuatan 7,1 pada skala Richter itu menyebabkan kerusakan besar pada piramida Teopanzolco, khususnya terhadap dua kuil.

"Susunan inti bangunan piramida ini mengalami perubahan letak," kata Konieczna.

Kuil di bawah Piramida Teopanzolco, Cuernavaca, Negara Bagian Morelos.
Kuil di bawah Piramida Teopanzolco, Cuernavaca, Negara Bagian Morelos. (kompas.com)

Penelitian menunjukkan bahwa kaum Tlahuica tinggal di puluhan kota kecil di daerah yang kini menjadi Negara Bagian Morelos, Meksiko.

Struktur utama di situs arkeologi Teopanzolco diperkirakan berasal dari abad ke-13. Ini berarti kuil yang baru mereka temukan berusia lebih tua.

Konieczna mengatakan bahwa membangun di atas bangunan yang lebih tua bukan kebiasaan umum kaum Tlahuica.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved