Kursi dan Meja Sekolah di Muarojambi Tercukupi, Tak Ada Istilah 'Uang Bangku'
"Bangku dan meja kita sudah tercukupi. Memang masih ada yang dalam kondisi kurang bagus tapi masih bisa di pakai..."
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi, Ulil Amri, memastikan seluruh meja dan kursi (mebel) di sekolah yang ada di Kabupaten Muarojambi tercukupi.
Dia mengatakan kebutuhan meja dan kursi merupakan program prioritas pendidikan. Jumlah itu tercukupi, meskipun masih banyak yang kondisinya kurang bagus.
Melihat persentase dari PPDB tahun lalu, dia mengatakan tercukupi.
"Bangku dan meja kita sudah tercukupi. Memang masih ada yang dalam kondisi kurang bagus tapi masih bisa di pakai. Secepatnya kita akan salurkan kursi-kursi di beberapa sekolah yang memang membutuhkan," ujarnya
Dengan demikian, dia mengatakan tidak dibenarkan sekolah melakukan pungutan, apalagi mengatasnamakan "uang bangku".
"Kita sudah mengimbau kepada seluruh kepala sekolah jangan melakukan pungutan mengatasnamakan 'uang bangku' maupun dalam administrasi penerimaan siswa," katanya
"Kita akan berikan sangsi tegas jika ada kepala sekolah yang melakukan pungutan. Berarti tidak mengikuti perintah, dimana kita sudah beberapa kali mengimbau jangan ada pungutan apapun dalam penerimaan siswa baru ini," katanya.
Baca: Astaga, Harga Sawit di Tanjab Barat Terjun Jadi Rp 700 Per Kilogram, Petani Niat Beralih
Baca: Unik, Bupati Ini Selalu Ngetes Kepala Sekolah Hafal Pancasila UUD 1945 saat Pelantikan, Ini Hasilnya