Sebut Daya Beli Masyarakat Rendah, Stafsus Presiden: Kritikan AHY Tanpa Data Akurat

Pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono mengenai rendahnya daya beli masyarakat Indonesia ditanggapi Staf Khusus Presiden, Ahmad Erani Yustika

Sebut Daya Beli Masyarakat Rendah, Stafsus Presiden: Kritikan AHY Tanpa Data Akurat
Net
Ahmad Erani Yustika 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono mengenai rendahnya daya beli masyarakat Indonesia ditanggapi Staf Khusus Presiden, Ahmad Erani Yustika tidak didukung dengan data yang tepat.

"Saya sebagai ekonom kalau berbicara itu menggunakan teori dan data-data akurat yang menunjang itu semua. Nah dari hal-hal semacam ini (pernyataan Agus), konteks daya beli yang dimaksud itu tidak ada data-data pendukungnya," ujar Erani kepada Kompas.com, Rabu (13/6/2018).

Baca: Terbitkan Pergub 58/2018, Anies Lanjutkan Proyek Reklamasi. Langsung Dapat Kecaman!

Sebelumnya, AHY mengatakan bahwa antuasiasme masyarakat mendatangi pasar murah yang digelarnya menunjukkan daya beli masyarakat menurun. Menurut Erani, kerangka berpikir demikian kurang tepat. Secara teori, indikator daya beli ada dua. Pertama, apabila pendapatan naik dengan asumsi harga barang tidak naik, daya beli masyarakat pasti meningkat. Kedua, apabila harga barang meningkat dengan asumsi pendapatan tetap, barulah daya beli masyarakat menurun.

Indikator pertama yakni soal pendapatan, lanjut Erani, erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Apabila pertumbuhan ekonomi baik, otomatis pendapatan masyarakat meningkat dan berujung pada daya beli masyarakat yang baik pula.

"Sekarang kita cek data. Pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah 2014 itu selalu 5 persen, bahkan ada yang di atasnya, walaupun tipis. Artinya tidak ada intensi pertumbuhan ekonomi menurun sehingga menyebabkan pendapatan masyarakat turun pula," kata Erani.

Baca: Bank Jambi dan BCA Tetap Buka Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Berikut Tanggalnya

Baca: Pencemaran Nama Baik Mentan dan Bupati Pandeglang, Terduga Penyebar Hoaks Telah  Diperiksa

Inflasi alias peningkatan harga barang, lanjut Erani, juga terkendali selama pemerintahan Jokowi-JK. Ia mencatat, semenjak 2015 hingga saat ini, inflasi tidak pernah melebihi angka 3,6 persen. Catatan ini jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan masa sebelum 2015.

"Jadi artinya kalau kita menggunakan data-data ekonomi pendukung tadi, pertumbuhan ekonomi dan inflasi, kesimpulannya tidak ada penurunan daya beli," kata dia. Erani pun meminta supaya AHY yang menjabat sebagai Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat itu untuk melengkapi pernyataannya dengan fakta dan data yang tepat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Stafsus Presiden Sebut Kritik AHY soal Daya Beli Tanpa Data Akurat",

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help