Isu SDA Bisa Mereduksi Popularitas Cakada, Pemerhati Lingkungan Ngumpul di Mongabay

Hadir dalam diskusi, beberapa pihak yang bergelut dengan isu lingkungan. Seperti Walhi, KKI Warsi, ZSL, dinas kehutanan dan wartawan.

Penulis: Hendri Dunan | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Hendri Dunan
Mongabay menggelar diskusi bertajuk Pilkada dan Pengelolaan SDA (Sumber Daya Alam), Jumat (8/6). Diskusi itu terkait isu SDA dalam kampanye politik para calon kepala daerah. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mongabay menggelar diskusi bertajuk Pilkada dan Pengelolaan SDA (Sumber Daya Alam), Jumat (8/6). Diskusi itu terkait isu SDA dalam kampanye politik para calon kepala daerah.

Ada tiga kabupaten kota di Provinsi Jambi yang pada tahun ini melaksanakan Pilkada Serentak. Antara lain Kota Jambi, Merangin dan Kerinci.

Hadir dalam diskusi, beberapa pihak yang bergelut dengan isu lingkungan. Seperti Walhi, KKI Warsi, ZSL, dinas kehutanan dan wartawan.

Diskusi ringan itu dikemas dalam kegiatan buka bersama, dalam suasana sederhana namun berisi.

Masing masing panelis pegiat dan pemerhati lingkungan menyoroti tema-tema kampanye calon kepala daerah.

Selain dari dinas kehutanan, panelis lain mengatakan isu lingkungan sangat tidak populis dan tidak memiliki daya tarik, bahkan bisa mereduksi popularitas cakada di tiga kabupaten kota itu.

Direktur KKI Warsi, Rudi Syaf, menyoroti tentang hilangnya 12 sungai di dalam Kota Jambi, yang menjadi penyebab banjir.

Bila isu itu menjadi tema kampanye, akan mampu mereduksi perolehan suara kandidat. Karena bila dijadikan program akan banyak warga di sepanjang 12 sungai di Kota Jambi yang akan terkena dampaknya.

"Ada isu lingkungan yang cukup besar di Kota Jambi tentang 12 sungai menjadi comberan. Bila dijadikan program unggulan dan isu kampanye kandidat tersebut akan tidak populis dan ditinggalkan pemilihnya," ujar Rudi Syaf.

Baca: Melacak Garis Keturunan Ariel Tatum, Ternyata Bukan Keluarga Orang Biasa

Baca: Ternyata Hal ini yang Diucapkan Rika Sebelum Dibunuh dan Mayatnya Dimasukkan ke Kardus

Baca: Kondisi di Bungo Usai Penangkapan Terduga Teroris, Kapolres: Masyarakat Tidak Boleh Takut

Selain itu, di Kerinci juga menjadi sorotan Walhi. Para kandidat selalu menjual kampanye dan janji politik mereka mengenai akses jalan. Dimana jalan tersebut akan menembus Taman Nasional Kerinci Seblat.

Bila dikritisi, hal itu maka kepala daerah tersebut akan ditinggalkan pemilihnya. Sebab, akses jalan selama ini kerap menjadi kendala bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

"Calon kepala daerah di Kerinci itu kan kampanyenya masih seputar jalan tembus dan akses jalan," ungkap Rudiansyah, Direktur Walhi Jambi.

Pegiat dari ZSL, Yoan Dinata, mengatakan kepala daerah bahkan tidak begitu memperhatikan konflik hewan dan manusia atau konflik satwa dan lingkungan. Akibatnya, banyak satwa besar di Jambi yang sudah terancam punah.

"Kepala daerah kurang memperhatikan penataan dan perlindungan terhadap hewan dan lingkungan. Sehingga kita kehilangan badak, dan akan Kehilangan Gajah serta Harimau," kata Yoan Dinata.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved