Invasi Israel ke Palestina
Segera Tempatkan Pasukan Internasional untuk Melindungi Warga Palestina
Pemimpin negara Islam yang mengikuti puncak sidang luar biasa untuk membahas insiden kekerasan terhadap penduduk Palestina
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, ISTANBUL - Pemimpin negara Islam yang mengikuti puncak sidang luar biasa untuk membahas insiden kekerasan terhadap penduduk Palestina mendesak penempatan pasukan internasional untuk melindungi mereka dari kekejaman tentara Israel.
Dalam pernyataan terakhir yang dikeluarkan setelah pertemuan darurat di Istanbul, Jumat (18/5) kemarin. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dengan suara bulat mengecam insiden pembunuhan terhadap puluhan penduduk Palestina di jalur Gaza pada Senin lalu yang dikategorikan sebagai kejahatan ganas yang dilakukan tentara rezim zionis yang disokong secara administrasi oleh Amerika Serikat.
Baca: GALERI FOTO: Awalnya Romantis, Lama-lama Reaksi Pria Ini Jadi Kocak Saat Dampingi Istri Melahirkan
Sidang turut mendesak PBB supaya mengatur komite investigasi internasional untuk menyelidiki kekejaman di Genting Gaza yang terjadi baru-baru ini selain membolehkan komite investigasi tersebut memulai proses tersebut.
Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah dalam satu pernyataan menekankan pentingnya perlindungan internasional ke wilayah terbabit.
"Kami menegaskan perlunya tindakan segera untuk perlindungan seperti itu karena penduduk Palestina sendiri sudah hidup menderita akibat invasi Israel selama satu abad," katanya.
Sekurang-kurangnya 62 korban jatuh menjelang ulang tahun ke-70 memperingati Hari Nakba, bersamaan dengan pemindahan Kedutaan Amerika Syarikat dari Tel Aviv ke Baitulmaqdis Senin lalu.
Baca: DRAMATIS - Perampokan di Kasang, Kakak Selamatkan 2 Adik ke Luar. Lalu Kunci Ruko dari Luar
Baca: Keajaiban 10 Malam Terakhir Ramadan, Berikut Amalan Sederhana yang Bisa Anda Laksanakan
Lebih 2.7000 penduduk Palestin juga cidera dalam insiden keganasan tersebut yang menyasarkan kumpulan pengunjukrasa di perbatasan Gaza-Israel.
Sumber: Press TV