Makna Tersirat di Pakaian Melayu, Yang Gadis dan Yang Sudah Menikah Beda Caranya Pakainya
Selain tengkuluk, pakaian Melayu secara utuh itu juga memiliki makna dan sudah menggambarkan kehidupan sehari-hari.
Penulis: Nurlailis | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selain tengkuluk, pakaian Melayu secara utuh itu juga memiliki makna dan sudah menggambarkan kehidupan sehari-hari. Kalau di Jambi namanya baju kurung.
“Tangan yang lurus itu artinya menjangakau sebatas kemampuan. Dalam hidup kita harus begaya sesuai dengan kemampuan kita. Ada kantong dalam sisi baju kurung bermakna setiap pengeluaran dan pemasukan wanita yang mengatur. Laki-laki hanya mencari,” papar Kepala museum Siginjai, Nurlaini.
Untuk panjang baju, kalau masih gadis lima centi di atas lutut. Maknanya masih bebas bergerak ke mana pun karena belum ada ikatan.
Kalau sudah menikah lima centi di bawah lutut maknanya geraknya sudah terbatas karena ada ikatan perkawinan.
“Cara memakai kain, kita harus melipatnya rapih sekali artinya menyimpan rahasia. Kalau sudah menikah lipatan dari kanan ke kiri, kalau masih gadis dari kiri ke kanan. Kenapa harus rapih, karena itu maknanya cara wanita menyimpan rahasia, urusan pernikahan cukup suami istri saja yang mengetahui,” jelasnya. (lai)