6 Alasan Mal Sepi dan Bioskop Ramai, Ada Kebutuhan Untuk ‘Melarikan Diri’

Hal ini didorong oleh generasi milenial dan kelompok konsumen kelas atas. Pada kedua kelompok ini, kebutuhan untuk spa...

6 Alasan Mal Sepi dan Bioskop Ramai, Ada Kebutuhan Untuk ‘Melarikan Diri’
Tribun Jambi
Ilustrasi bioskop di Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa banyak toko di mal sepi pengunjung, sedangkan bioskopnya lebih ramai?

Mengapa orang berbondong-bondong mencoba makanan baru, lebih suka travelling, dan memenuhi gym atau klub kebugaran?

Satu di antara sebabnya perubahan perilaku yang terjadi pada masyarakat modern soal bagaimana mereka membelanjakan uangnya.

Menurut riset yang dilakukan PT Neurosensum Technology International (Neurosensum), generasi milenial maupun generasi Z lebih menghargai pengalaman daripada kepemilikan barang.

Riset yang dilakukan terhadap 1.000 orang peserta di 12 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makasar, Palembang, dan Balikpapan menegaskan bagaimana generasi masa kini membelanjakan uangnya.

“Secara garis besar hasil riset menunjukkan adanya perubahan perilaku dari cara konsumen menghabiskan uangnya dan ini akan menjadi tantangan yang besar bagi industri di Indonesia, khususnya FMCG dan Personal care,” kata Rajiv Lamba, Managing Director Neurosensum di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Baca: Menyedihkan, Curhat Sahabat Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu, Dari Karier -Asmara

Baca: Waktu Kerja ASN Selama Puasa, Dianto: Ada Pengurangan Jam

Baca: Warga Pinta Pemerintah Segera Bertindak, Hampir Semua Barang Naik Dekat Puasa Ni

Beberapa poin penting yang menunjukkan adanya perubahan konsumen Indonesia menurut riset itu adalah:

1. Bangkitnya ekonomi berbasis pengalaman

Konsumen di Indonesia tidak lagi merasa puas dengan sekedar produk saja. Mereka kini telah menjadi pembeli cerdas, yang mencari pengalaman melebihi produk.

Hal ini membuat mereka mengalihkan pengeluaran dari kategori fast moving consumer good (FMCG) tradisional ke berbagai hal yang menyediakan pengalaman seperti rekreasi dan liburan, gadget atau produk elektronik dan data seluler.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved