Parenting
Bahaya Menggendong Bayi Sambil Diayun, Bisa Berakibat Fatal
Menggendong bayi seraya diayun kerap dilakukan orang dewasa. Sebagian menganggap hal itu menyenangkan si bayi.
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Menggendong bayi seraya diayun kerap dilakukan orang dewasa. Sebagian menganggap hal itu menyenangkan si bayi. Apalagi mendengar ketawanya yang terkekeh-kekeh, turut menceriakan hati penggendongnya.
Namun tahukah Anda, hal itu ternyata berbahaya pada bayi, bahkan bisa berakibat fatal. dr. Sepriani Timurtini Limbong, dokter pengasuh pada akun klikdokter.com yang kembali diunggah Senin (30/4) pukul 11.00 WIB dalam pengantarnya mengatakan, setiap orangtua ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara normal dan sehat.
Baca: Banyak Wanita Tak Menyadari 4 Perubahan Dirinya Setelah Menikah
"Dalam prosesnya, sering kali menuntut kesabaran dan pengetahuan tentang cara tepat merawat bayi, termasuk dalam hal menggendong bayi."
Menggendong sambil mengayun bayi kerap dilakukan agar bayi merasa lebih tenang, berhenti menangis dan tertidur. Padahal, mengguncang atau mengayun bayi dengan cara yang tidak tepat bisa sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan otak. Salah satu dampak yang cukup serius adalah shaken baby syndrome.
Dijelaskan Sepriani, Shaken baby syndrome, disebut juga abusive head trauma, merupakan cedera otak yang disebabkan guncangan hebat di kepala. Ketika bayi mengalami guncangan, otak mengalami pergeseran dan membentur tulang tengkorak sehingga terjadi robekan saraf dan pembuluh darah yang mengakibatkan perdarahan otak.
Sindrom ini paling sering terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun, pada usia ini ukuran kepala mereka masih cenderung lebih besar dibanding tubuhnya.
Baca: VIDEO: Sambut Wisudawan Perdana, Fakultas di Unja ini Gelar Penyambutan Unik Ala Supporter Bola
Baca: VIDEO: Akibat Ngantuk, Mobil Pikap Nyempung ke Sungai dan Jadi Tontonan Warga
Gejala shaken baby syndrome bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Gejala ringannya dapat terlihat jika bayi jadi rewel atau mengantuk, sulit makan dan tampak pucat.
Gejala beratnya adalah muntah terus-menerus, sesak napas, kejang, kelumpuhan, penurunan kesadaran, bahkan kematian karena perdarahan otak.
"Meskipun dampaknya serius, shaken baby syndrome adalah kondisi yang dapat dicegah. Bila bayi menangis, cari tahu penyebabnya. Mungkin ia lapar atau popoknya sudah basah. Dengan mengatasi penyebabnya, bayi akan berhenti menangis," jelas Sepriani.
Mulailah memperhatikan cara Anda menggendong bayi. Jangan mengayunnya terlalu kencang meskipun bertujuan untuk menenangkannya, atau agar ia tidur.
Baca: VIDEO: Festival Seni Budaya Islam Diikuti 11 Kab/Kota di Provinsi Jambi
Baca: Wisata Negeri Kelelawar Tanjung Geluntong Butuh Perhatian Pemkab Kerinci