Human Interest

Kasihan Bocah Rafa, Kulitnya Melepuh Karena Alergi Obat. Sudah 11 Hari di RSUD Raden Mattaher

Malang nasib yang dialami keluarga Imam Santoso (34) dan ibu Laela (31) warga Muaro Delang, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin.

Kasihan Bocah Rafa, Kulitnya Melepuh Karena Alergi Obat. Sudah 11 Hari di RSUD Raden Mattaher
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
Penampakan kulit Rafa yang melepuh, sebagian sengaja diblur. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Malang nasib yang dialami keluarga Imam Santoso (34) dan ibu Laela (31) warga Muaro Delang, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin. Anak semata wayang mereka, Rafa Ganesha (7) sudah 14 hari terbaring di rumah sakit.

Diketahui anak laki-laki pasangan kurang mampu ini kulitnya melepuh. Saat ini sudah memasuki hari ke 11, Ia dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Baca: Pilkada Merangin - Fauzi Kukuhkan 860 Orang Tim di Sungai Manau

Sebelumnya, selama dua hari ia di rawat di rumah sakit Bangko karena demam panas. Namun setelah dua hari dirawat kulitnya melepuh, seperti terbakar.

"Awalnya demam panas, setelah itu kulitnya melepuh. Kata dokter karena alergi obat," ungkap orang tua Rafa, Laela dihubungi via telepon, Jumat (23/3).

Meski semua biaya pengobatan anaknya sudah ditanggung pemerintah, dengan memakai surat keterangan tidak mampu (SKTM). Namun kendala yang dihadapinya, yakni untuk biaya keperluan selama mereka menunggu anaknya dirumah sakit.

Sebab suaminya yang hanya buruh tani, selama anaknya dirawat tidak bisa berkerja. Sehingga kebutuhan mereka sehari-hari tak bisa terpenuhi.

"Itulah yang kami bingungkan sekarang. Kami butuh biaya untuk keperluan sehari-hari, karena kami tidak bisa bekerja, karena hanya fokus mengurus anak kami selama di rawat," ujarnya.

Untuk sebutnya, mereka sangat berharap bantuan para dermawan. Terutama selama anak mereka dirawat di rumah sakit.

Baca: Mahasiswi Unja Sharly Keluarkan Uang Hingga 10 Juta Untuk Lihat Kebenaran Bakso Babi

"Kami harap anak kami bisa cepat sembuh dan kami bisa cepat kembali ke rumah. Karena selama disini kami biaya cukup besar dan kami tidak bisa bekerja," keluarnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved