Sobat Touring, Ini Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat, Awas Ada yang Ikut Membonceng

Bagi pecinta motor kegiatan touring biasanya jadi agenda wajib dalam kurun waktu tertentu. Jika tergabung dalam komunitas

Penulis: Nurlailis | Editor: Nani Rachmaini
ist
Touring 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bagi pecinta motor kegiatan touring biasanya jadi agenda wajib dalam kurun waktu tertentu.

Jika tergabung dalam komunitas maka touring akan dilakukan bersama-sama. Jika tidak pun touring seorang diri tetap memiliki kesan tersendiri.

Rute perjalanan yang ditempuh, pemandangan alam yang menyentuh serta beragam medan jalanan akan meninggalkan kesan mendalam bagi para pelaku touring.

Kendaraan yang digunakan untuk touring pun bukan berlaku untuk motor keluaran terbaru saja. Motor klasik yang terawat pun juga masih kuat jika digunakan untuk touring jarak jauh.

Motor touring
Motor touring (ist)

Humas dari Honda Clasic Club (HCC) Jambi, Imam mengatakan ada perbedaan jika touring menggunakan motor klasik dengan motor biasa.

“Sebagai pengendara lebih pede di jalan dan biasanya jadi pusat perhatian bagi masyarakat. Itu jadi kepuasan tersendiri. Memang untuk resiko kerusakan lebih besar dibading touring menggunakan motor biasa namun di situlah letak seninya. Namanya juga motor tua,” ujarnya.

Adapun persiapan yang perlu dilakukan sebelum touring beberapa di antaranya adalah kesehatan jasmani dan rohani, finansial dan tidak lupa safety riding.

Juga kendaraan pun harus dalam keadaan sehat dan layak untuk perjalanan jauh.

Jangan lupakan pengecekan terhadap hal-hal seperti cek oli mesin, cek tekanan angin pada ban, cek kondisi kerenggangan pada rantai, cek pengereman.

Atau pengecekan dapat dilakukan saat servis motor sebelum berangkat.

“Kalau kendaraan sudah siap jangan lupakan perlengkapan pengendara seperti jas hujan, pakaian ganti, kunci-kunci motor dan yang terpenting uang tunai,” jelasnya.

Dalam perjalanan selama touring ada beberapa isyarat yang umumnya digunakan. Beberapa di antaranya adalah tangan diangkat jari telunjuk diputar artinya menghidupkan mesin, tangan diangkat posisi mengepal artinya berhenti, tangan membuka melambaikan dari arah bawah ke atas artinya kendaraan dipercepat, tangan dengan telunjuk menunjuk arah kanan atau kiri artinya belok kanan juga sebaliknya, menggerakkan kaki ke bawah sebelah kanan atau kiri artinya bahaya di sisi kanan juga sebaliknya.

Ada kemungkinan yang terjadi saat perjalanan touring. Satu di antaranya adalah motor mogok. Cara mengatasinya adalah dengan mencari bengkel terdekat atau meminta tolong dengan komunitas motor setempat.

Juga ada kemungkinan begal yang marak terjadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Tags
touring
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved