Pungut Sumbangan Untuk Beli Komputer dan Server, Pihak SMPN 5 Muaro Jambi Mengaku Terpaksa

Pihak SMPN 5 Muarojambi mengaku terpaksa melibatkan orangtua siswa untuk membantu pihak sekolah dalam pengadaan komputer

Penulis: Zulkipli | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI
Kepala Sekolah SMPN 5 Muarojambi, Bastoni 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM. SENGETI - Pihak SMPN 5 Muarojambi mengaku terpaksa melibatkan orangtua siswa untuk membantu pihak sekolah dalam pengadaan komputer yang akan digunakan siswa dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2018 mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Sekolah SMPN 5 Muarojambi, Bastoni, kepada TRIBUNJAMBI.COM, Senin (4/12).

Dia mengatakan pihak Dinas Pendidikan telah mewajibkan sekolahnya untuk melaksanakan UNBK pada tahun depan, sementara sarana dan prasarana UNBK di sekolahnya belum memadai.

Terpaksa pihaknya harus meminta bantuan kepada orangtua siswa melalui rapat yang dilaksanakan komite sekolah untuk membantu biaya pengadaan komputer dan server di sekolah.

"Ini sangat mendesak, kita diwajibkan dinas untuk melaksanakan UNBK tahun depan. Sementara pengajuan bantuan komputer tahun ini sudah lewat, dan untuk tahun depan masih lama sekitar bulan April, sementara pada bulan Januari perlengkapan sudah harus ada komputernya, karena siswa harus latihan dulu menggunakan komputer, Mau tak mau lah kami meminta bantuan kepada pihak komite, dan alhamdulillah pihak komite positif thinking, selagi masih wajar," Jelas Bastoni.

Selain itu, agar tidak terlalu membebani orangtua, Bastoni menyebut pihaknya memperbolehkan kepada orangtua siswa untuk mencicil sebanyak dua kali hingga 8 Januari 2018.

"Selain itu, jika ada dua anak yang dalam satu KK sekolah, kita bebankan satu orang saja mengambil kelas tertinggi," ujar Bastoni.

Bastoni menjelaskan, sebanyak 121 siswa kelas sembilan akan mengikuti UNBK dengan dibagi tiga gelombang.

"Kita punya 25 komputer itupun sebagian rusak-rusak, sementara itu paling tidak kita butuh sekitar 44 komputer jadi masih butuh pengadaan sebanyak 19 unit komputer dan tiga buah server," ujarnya.

"Jadi, daripada anak-anak tidak bisa ujian, mau minjam komputer dari luar resikonya terlalu besar, berdasarkan kesepakatan rapat komite kita minta bantulah dengan orangtua siswa," pungkas Bastoni.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved