Demo Hari Ini
Gerindra Bela Presiden Prabowo: Sejalan Tuntutan Mahasiswa, MBG Program Mulia
Bahtra sebut MBG instrumen kebijakan yang memiliki landasan ideologis sangat mulia untuk mengatasi stunting dan tidak boleh dihentikan total.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
"Terkait dengan tuntutan teman-teman BEM tentu ada lima poin, saya ingin menegaskan bahwa tuntutan tersebut sebetulnya jauh sebelum teman-teman menyampaikan itu, Pak Prabowo sudah mewanti-wanti kepada kepala-kepala daerah untuk melakukan penghematan anggaran, jangan melakukan pemborosan," kata Bahtra.
Ia menambahkan sejak masa kampanye, Presiden Prabowo sangat konsisten menyoroti kebocoran anggaran negara sebagai musuh utama pembangunan nasional.
Baca juga: Rincian Ribuan TNI-Polri Siaga Jaga Demo Hari Ini di Jakarta Pusat dan DPR
• Detik-detik Penangkapan 2 Pria Diduga Gengster di Jambi, Warga Kepung Lokasi
"Pak Prabowo konsisten di situ ya, semenjak beliau berkampanye jauh sebelum menjadi Presiden, ini selalu disampaikan bahwa APBN kita terlalu besar kebocorannya, maka ini harus diperbaiki dengan cara melakukan penghematan dan efisiensi tentunya."
Komitmen efisiensi ini, menurut klaim Gerindra, saat ini sudah mulai diimplementasikan secara berjenjang oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi di seluruh Indonesia.
"Artinya sejalan dengan apa yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa," tegas Bahtra menutup dialog.
5 Tuntutan Besar yang Mengguncang Ibu Kota
Gelombang klarifikasi dari partai pengusung pemerintah ini merupakan imbas dari aksi demonstrasi yang mengepung Bundaran HI dan kawasan Monas pada Jumat (12/6/2026) lalu.
Sebelum massa bergerak, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Ma'shum Imawan sempat memaparkan lima poin tuntutan utama dalam siaran Breaking News KompasTV:
- Stop pemborosan APBN.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Hentikan program prioritas pemerintah yang bermasalah, seperti MBG.
- Hentikan praktik militerisme di ranah sipil.
- Stop mengelak dan mendesak pemerintah mengakui negara sedang tidak baik-baik saja.
Tensi unjuk rasa itu sendiri sempat memanas hingga malam hari di kawasan Jalan MH Thamrin dan diwarnai insiden penangkapan dua orang perusuh non-mahasiswa pembawa bom molotov oleh Satgas Gakkum Polda Metro Jaya di wilayah Bendungan Hilir.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Jambi-Kerinci Tanpa Transit Setelah Dolar Naik Rp799.960
Baca juga: Kalapas Muara Bulian Silaturahmi ke Baznas Batang hari, Perkuat Pembinaan Warga Binaan
Baca juga: Momentum 1 Muharram, Lapas Muara Bulian Ajak Warga Binaan Hijrah Perubahan Lebih Baik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260213-Presiden-Prabowo-Subianto-tinjau-SPPG-MBG-Polri.jpg)