Demo Hari Ini
Gerindra Bela Presiden Prabowo: Sejalan Tuntutan Mahasiswa, MBG Program Mulia
Bahtra sebut MBG instrumen kebijakan yang memiliki landasan ideologis sangat mulia untuk mengatasi stunting dan tidak boleh dihentikan total.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Gerindra Bela Program MBG Prabowo
- Respon Gerindra sebut tuntutan mahasiswa sejalan dengan kebijakan penghematan Prabowo.
- Gerindra bela program MBG sebagai langkah mulia untuk perbaikan gizi masa depan.
- Jubir Gerindra akui ada korupsi di BGN, namun pimpinan yang tidak jujur telah dipecat.
- Kepala daerah dan kementerian diklaim sudah diinstruksikan stop pemborosan APBN.
- Demo BEM UI sebelumnya membawa 5 tuntutan, termasuk penurunan BBM dan evaluasi MBG.
TRIBUNJAMBI.COM – Istana melalui partai berkuasa akhirnya memecah kesunyian pasca-ledakan aksi unjuk rasa 'Menuju Indonesia Bangkrut' yang dimotori oleh aliansi mahasiswa pada akhir pekan lalu.
Partai Gerindra menilai bahwa substansi kritik yang disuarakan oleh para mahasiswa di jalanan sebenarnya memiliki frekuensi dan semangat yang sama dengan visi pembersihan birokrasi yang tengah dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan sekaligus respon Gerindra tersebut dilontarkan oleh Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, dalam dialog interaktif Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Senin (15/6/2026).
Bahtra secara khusus menyoroti salah satu poin tuntutan krusial mahasiswa yang mendesak pembubaran Badan Gizi Nasional (BGN) serta penghentian permanen program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Bahtra, MBG merupakan instrumen kebijakan yang memiliki landasan ideologis sangat mulia untuk memotong rantai stunting dan tidak boleh dihentikan total.
"Terkait soal MBG, saya ingin menegaskan ini adalah program yang sangat mulia, tujuannya baik, untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia di masa depan, untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang," jelas Bahtra mempertegas urgensi program tersebut.
Akui Ada Penyimpangan
Meski membela esensi programnya, Gerindra secara jantan tidak menampik adanya borok korupsi dan penyimpangan tata kelola di internal BGN, yang sempat memicu kemarahan publik serta koalisi sipil.
Merespons penyelewengan anggaran tersebut, Bahtra menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah mengambil langkah radikal dengan melakukan pembersihan total di pucuk pimpinan lembaga gizi tersebut.
Baca juga: Presiden Jerman Tiba di Jakarta saat Mahasiswa Demo, 5.955 Aparat Siaga
Baca juga: Masih Ingat Kasus Bupati Sudewo? Hari Ini Jalani Sidang Dakwaan Gabungan
"Bahwa di sana ada penyimpangan yang terjadi ada pengelolaan yang tidak jujur, nah itu lah yang disayangkan oleh Presiden Prabowo. Maka dari itu, beliau langsung melakukan tindakan yang tegas, mengganti kepala BGN, terus kemudian menginstruksikan kepada kepala BGN yang baru untuk memperbaiki tata kelolanya," ucap Bahtra.
Langkah konkret ini diikuti dengan instruksi ketat kepada Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, untuk melakukan audit internal dan efisiensi anggaran operasional secara masif.
"Kemudian kedua agar anggarannya betul-betul tepat sasaran, agar anggaran yang dianggap tidak penting itu harus dihilangkan, kemudian harus ada refocusing programnya, bagaimana agar lebih tepat sasaran bagaimana agar daya jangkauanya betul-betul masyarakat yang butuhkan."
Oleh karena itu, Gerindra mengklaim tindakan represif terhadap koruptor di internal kabinet ini membuktikan bahwa kebijakan Presiden Prabowo sejalan dengan tuntutan transparansi yang diteriakkan oleh mahasiswa UI dan aliansi kampus lainnya.
Efisiensi APBN Sudah Diperintahkan Sebelum Mahasiswa Turun ke Jalan
Menjawab tuntutan mahasiswa mengenai setop pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah anjloknya rupiah ke level Rp17.989 per dolar AS, Bahtra menyebut Kepala Negara sudah bergerak lebih cepat dari tuntutan publik.
Instruksi pengetatan ikat pinggang fiskal dan pemangkasan perjalanan dinas fiktif telah diserahkan langsung kepada para pembantu presiden dan seluruh kepala daerah jauh sebelum demonstrasi pecah.
"Terkait dengan tuntutan teman-teman BEM tentu ada lima poin, saya ingin menegaskan bahwa tuntutan tersebut sebetulnya jauh sebelum teman-teman menyampaikan itu, Pak Prabowo sudah mewanti-wanti kepada kepala-kepala daerah untuk melakukan penghematan anggaran, jangan melakukan pemborosan," kata Bahtra.
Ia menambahkan sejak masa kampanye, Presiden Prabowo sangat konsisten menyoroti kebocoran anggaran negara sebagai musuh utama pembangunan nasional.
Baca juga: Rincian Ribuan TNI-Polri Siaga Jaga Demo Hari Ini di Jakarta Pusat dan DPR
• Detik-detik Penangkapan 2 Pria Diduga Gengster di Jambi, Warga Kepung Lokasi
"Pak Prabowo konsisten di situ ya, semenjak beliau berkampanye jauh sebelum menjadi Presiden, ini selalu disampaikan bahwa APBN kita terlalu besar kebocorannya, maka ini harus diperbaiki dengan cara melakukan penghematan dan efisiensi tentunya."
Komitmen efisiensi ini, menurut klaim Gerindra, saat ini sudah mulai diimplementasikan secara berjenjang oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi di seluruh Indonesia.
"Artinya sejalan dengan apa yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa," tegas Bahtra menutup dialog.
5 Tuntutan Besar yang Mengguncang Ibu Kota
Gelombang klarifikasi dari partai pengusung pemerintah ini merupakan imbas dari aksi demonstrasi yang mengepung Bundaran HI dan kawasan Monas pada Jumat (12/6/2026) lalu.
Sebelum massa bergerak, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Ma'shum Imawan sempat memaparkan lima poin tuntutan utama dalam siaran Breaking News KompasTV:
- Stop pemborosan APBN.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Hentikan program prioritas pemerintah yang bermasalah, seperti MBG.
- Hentikan praktik militerisme di ranah sipil.
- Stop mengelak dan mendesak pemerintah mengakui negara sedang tidak baik-baik saja.
Tensi unjuk rasa itu sendiri sempat memanas hingga malam hari di kawasan Jalan MH Thamrin dan diwarnai insiden penangkapan dua orang perusuh non-mahasiswa pembawa bom molotov oleh Satgas Gakkum Polda Metro Jaya di wilayah Bendungan Hilir.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Jambi-Kerinci Tanpa Transit Setelah Dolar Naik Rp799.960
Baca juga: Kalapas Muara Bulian Silaturahmi ke Baznas Batang hari, Perkuat Pembinaan Warga Binaan
Baca juga: Momentum 1 Muharram, Lapas Muara Bulian Ajak Warga Binaan Hijrah Perubahan Lebih Baik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260213-Presiden-Prabowo-Subianto-tinjau-SPPG-MBG-Polri.jpg)