Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Makan Bergizi Gratis

Kritik Keras MBG Watch: Program Makan Bergizi Gratis Gagal Sejak Perencanaan

Penilaian tajam ini dilontarkan langsung oleh Anggota Koalisi MBG Watch, Agus Sarwono, dalam dialog interaktif Sapa Indonesia Pagi Kompas TV.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri
MBG DI JAMBI - Sejumlah staf SMPN 7 Kota Jambi menyiapkan menu MBG, Jumat (10/4/2026). Koalisi masyarakat sipil MBG Watch menilai program pemenuhan nutrisi nasional tersebut tidak sekadar cacat dalam pelaksanaan, melainkan sudah salah arah sejak awal dirumuskan oleh pemerintah.  

Ringkasan Berita:MBG Presiden Prabowo Dikritik
  • MBG Watch menilai program Makan Bergizi Gratis gagal sejak tahap perencanaan.
  • Eks pimpinan BGN dikritik tidak paham tata kelola, keamanan pangan, dan ilmu gizi.
  • Pengadaan motor hingga sepatu dinilai tak berdampak langsung pada gizi siswa.
  • Koalisi mendesak pemerintah lakukan moratorium total dan stop operasi dapur umum.
  • Protes berhentinya dapur dinilai membuktikan program hanya untungkan penguasa.

 

TRIBUNJAMBI.COM – Gelombang penolakan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), kian bergulir kencang.  

Koalisi masyarakat sipil MBG Watch menilai program pemenuhan nutrisi nasional tersebut tidak sekadar cacat dalam pelaksanaan, melainkan sudah salah arah sejak awal dirumuskan oleh pemerintah. 

Penilaian tajam ini dilontarkan langsung oleh Anggota Koalisi MBG Watch, Agus Sarwono, dalam dialog interaktif Sapa Indonesia Pagi Kompas TV pada Rabu (10/6/2026).  

Agus secara terang-terangan menyebut ada indikasi program ini sengaja dirancang demi kepentingan segelintir kelompok pencari keuntungan. 

“Program ini memang di desain sedemikian rupa untuk menjadi perburuan rente, bahkan statement kami clear sebetulnya, program ini gagal sejak dalam perencanaan,” kata Agus dengan nada tegas. 

Soroti Kompetensi Pimpinan BGN dan Modus Pengadaan 

Agus membeberkan sejumlah indikator kuat di balik kesimpulan gagalnya tata kelola MBG

Rapor merah paling mendasar terletak pada komposisi jajaran elite Badan Gizi Nasional (BGN) era Dadan Hindayana yang dinilai tidak memiliki kapasitas mumpuni di bidang pemenuhan gizi publik maupun birokrasi yang bersih. 

Baca juga: Bisnis Gelap MBG, KSP Dudung Bongkar Modus Mafia Dapur BGN: Modal Rp 100 Juta, Untung Rp 3,5 Miliar

Baca juga: Prabowo Prihatin Dengar Ibu Hamil Wafat Akibat Akses Lambat, Janji Renovasi 400 RS Daerah

“Dari pimpinan BGN, tidak ada yang paham tata kelola, tidak ada orang yang paham soal keamanan pangan, tidak ada yang paham soal ahli gizi dan seterusnya,” ucap Agus. 

“Sehingga karena ini dipaksakan, jadilah ada kasus di situ dan kami sudah mengingatkan hati-hati karena kan BGN ini kan praktis benar-benar belanja harian.” 

Lebih lanjut, koalisi sipil ini juga mengkritik keras kebijakan operasional BGN yang justru sibuk mengurusi proyek pengadaan fasilitas penunjang. 

Pembelian aset berupa sepeda motor, sepatu, hingga gawai tablet yang diklaim sebagai bentuk digitalisasi dinilai sangat janggal karena tidak memiliki hubungan atau dampak langsung terhadap perbaikan gizi anak-anak selaku penerima manfaat.

Desak Moratorium Total dan Setop Operasi Dapur 

Sengkarut kasus korupsi yang kini menjerat tiga mantan petinggi BGN membuat MBG Watch mendesak Presiden untuk mengambil langkah radikal.  

Pemerintah diminta memiliki keberanian politik untuk menghentikan sementara program ini secara total demi membenahi regulasi yang bocor. 

“Bagaimana mau efisiensi kalau programnya masih berlangsung, sudah tepat sebetulnya dihentikan terlebih dahulu programnya, perbaiki tata kelolanya. Moratorium yang kami maksud disini adalah hentikan dulu programnya, jangan ada operasi di dapur,” ujar Agus. 

Baca juga: Harta Kekayaan AHY Jadi Sorotan setelah Namanya Dikaitkan dengan Kasus MBG

Baca juga: Pecah Kongsi Pengkritik Ijazah Jokowi: Roy Suryo Polisikan Rismon Sianipar

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved