Demo Hari Ini
Massa MBG Watch Bakal Geruduk Kantor BGN Hari Ini Bawa Panci dan Sutil
Koalisi MBG Watch akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Aksi Demi di Kantor BGN
- Koalisi MBG Watch siap menggeruduk Kantor BGN di Kebon Sirih siang ini pukul 13.00 WIB.
- Demo dipicu protes program Makan Bergizi Gratis yang dinilai menghamburkan pajak negara.
- Massa menilai pelantikan pengurus baru BGN oleh Presiden tidak menyelesaikan masalah korupsi.
- Pendemo diimbau membawa alat peraga dapur seperti panci, sutil, dan struk belanja.
- Sebanyak 214 personel polisi disiagakan untuk mengamankan aksi di BGN dan kawasan Monas.
TRIBUNJAMBI.COM – Gelombang protes publik terhadap program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kian memanas.
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dijadwalkan akan digeruduk oleh massa demonstran pada Rabu (10/6/2026) siang ini, sekitar pukul 13.00 WIB.
Aksi unjuk rasa tersebut diinisiasi oleh koalisi masyarakat sipil yang menamakan diri MBG Watch.
Aliansi ini terdiri dari gabungan sejumlah lembaga kredibel, di antaranya Center of Economic and Law Studies (Celios), Unitrend, Lapor Sehat, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia (TII), dan Bareng Warga.
Mereka berkumpul untuk menyuarakan protes keras terhadap program MBG yang dinilai tidak efektif dan berpotensi menghamburkan pajak negara.
Bawa Panci dan Sutil: Simbol Perlawanan Rakyat
Bagi para demonstran, perombakan struktural di tubuh BGN tidak serta-merta menghapus akar permasalahan.
Sebelumnya pada Senin (8/6/2026), Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala di Istana Negara.
Baca juga: Kasus Korupsi BGN: MAKI Endus Isu Parpol dan Oknum Legislatif Ikut Main Dapur MBG
Baca juga: Penjelasan Polda Jambi Terkait Anggota Eks Narapidana Asusila Berdinas Lagi
Pelantikan mendadak ini merupakan buntut dari langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menetapkan tiga mantan elite BGN sebelumnya—yaitu Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya—sebagai tersangka kasus megakorupsi mark-up pengadaan.
Namun, MBG Watch memandang pergantian pimpinan tersebut hanyalah kosmetik dan tidak menyelesaikan sengkarut tata kelola yang ada.
"Aksi geruduk BGN, kami sudah muak dengan MBG," demikian bunyi narasi dalam poster propaganda aksi yang beredar luas di media sosial.
Uniknya, aksi ini mengusung konsep teatrikal yang dekat dengan urusan dapur masyarakat.
Dalam poster yang sama, koalisi mengajak masyarakat luas yang merasa resah untuk turun ke jalan dengan membawa alat-alat peraga yang tidak biasa.
"Kalau suara kami masih juga tidak didengar, maka kami turun ke jalan. Ayo makin berisik! Ayo rame-rame geruduk BGN," lanjut ajakan dalam poster tersebut, yang mengimbau massa membawa panci, sutil, hingga struk belanja sebagai simbol protes atas pemborosan uang rakyat.
Polisi Terjunkan Ratusan Personel dan Siapkan Rekayasa Lalin
Mengantisipasi potensi kemacetan dan gesekan di lapangan, aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat telah bersiap melakukan pengamanan ketat.
Ratusan personel gabungan disiagakan untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi tersebut agar tetap kondusif.
Baca juga: Eks Wakabag BGN Ajukan JC Bongkar Pemeran Besar di Kasus Korupsi MBG
Baca juga: Alasan Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi di Jambi per 10 Juni 2026
"214 personel gabungan (Polda, Polres, Polsek jajaran)" kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, dalam keterangan resminya pada Rabu (10/6/2026).
Erlyn menjelaskan, selain menjaga area Kantor BGN di Kebon Sirih, ratusan personel tersebut juga akan dibagi secara fluktuatif untuk mengamankan titik unjuk rasa lain, termasuk aksi dari Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Guna menjaga kelancaran arus kendaraan, Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar jalan protokol Kebon Sirih dan Monas.
Kendati demikian, polisi menegaskan penutupan jalan maupun pengalihan arus kendaraan masih bersifat situasional, menyesuaikan dengan jumlah massa dan dinamika situasi di lapangan siang nanti.
MAKI Sebut Ada Keterlibatan Oknum Elit dan Parpol
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menyebut adanya keterlibatan partai politik dan oknum legislatif dalam pengelolaan dapur umum program Badan Gizi Nasional (BGN).
Boyamin menegaskan jika isu tersebut terbukti benar, maka hal ini merupakan pelanggaran serius karena pihak yang seharusnya melakukan pengawasan justru ikut bermain dalam pelaksanaan proyek.
Ia mendesak agar dilakukan audit total dan penghentian sementara bagi dapur umum yang terafiliasi dengan pejabat publik.
"Dan juga kalau nanti saya ada isu, baru isu, bahwa partai-partai politik dan oknum-oknum legislatif juga punya, maka ya harus dibereskan semua. Harus dilakukan audit," kata Boyamin lewat video yang ia kirimkan kepada awak media, dikutip pada Selasa (9/6/2026).
"Itu nomor dua, nomor satu harus moratorium dulu untuk dapur umum," lanjut dia.
Menurut Boyamin, keterlibatan parlemen maupun partai politik akan merusak tata kelola pemerintahan.
Ia meminta agar dapur umum yang terbukti dimiliki oleh pihak-pihak yang memiliki konflik kepentingan segera ditutup.
"Kalau ini dapur umum ternyata ada afiliasi dengan pejabat-pejabat publik, legislatif yang harus mengawasi atau pejabat di BGN maka ya harus ditutup semua gitu," tegasnya.
Langkah itu menurutnya perlu diambil agar citra pemerintah tidak merosot di mata publik.
Boyamin berharap praktik kolusi dan nepotisme dalam program gizi ini bisa diberantas tuntas demi kebaikan masyarakat.
"Dan ini menjadi perbaikan tata kelola ke depan supaya pemerintahan ini di mata masyarakat tidak semakin jelek dan korupsi pasti harus diberantas, termasuk saya juga memohon kepada Pak Prabowo segera mengesahkan undang-undang perampasan aset karena tanpa ada undang-undang perampasan aset orang tetap akan berani korupsi," kata Boyamin.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News dan Media Sosial Facebook, Instagram, dan Threads, serta ikuti saluran Tribunjambi.com di WhatsApp
Baca juga: Wali Kota Jambi dan Ketua DPRD Serahkan Surat Zona Merah ke Presiden
Baca juga: Masa Jabatan Komisioner KI Jambi Diperpanjang, Taufiq: Demi Keberlangsungan Pelayanan
Baca juga: Gembong Sabu 58 Kg Kandas, Berkas Alung Resmi P21 di Kejati Jambi
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kantor BGN Bakal Digeruduk Pendemo Siang Ini, Polisi Siapkan Pengamanan
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul MAKI Sebut Ada Keterlibatan Parpol dan Oknum Legislatif 'Main' Proyek Dapur Umum BGN