Kamis, 4 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Rupiah Jebol Rp18.031 per Dolar AS, Ekonom Peringatkan Ancaman PHK Massal Semester II 2026

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan menembus level Rp18.031 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA/ist
Pelemahan mata uang Garuda tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap kondisi perekonomian nasional. Sejumlah dampak yang dikhawatirkan antara lain kenaikan harga barang, terganggunya aktivitas dunia usaha, hingga meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Selain ancaman kehilangan pekerjaan, Bhima memperkirakan jumlah masyarakat rentan akan bertambah. Di saat yang sama, kelompok kelas menengah diperkirakan mengalami penyusutan cukup signifikan.

Ia memperkirakan jumlah masyarakat kelas menengah yang turun status ekonomi sepanjang 2026 bisa mencapai 1,2 juta hingga 1,4 juta orang.

Beban Impor Migas Meningkat

Pelemahan rupiah juga dinilai memperberat biaya impor minyak dan gas (migas) yang selama ini masih bergantung pada transaksi dolar AS.

Bhima menilai kondisi tersebut dapat menciptakan efek berantai yang semakin memperburuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Ketika biaya impor energi meningkat, defisit sektor migas berpotensi melebar sehingga kebutuhan dolar AS ikut bertambah.

“Semakin mahal biaya impor migas, semakin besar pula tekanan terhadap rupiah. Ini bisa menjadi lingkaran yang terus berulang dan membebani ekonomi,” jelasnya.

Transisi Energi Dinilai Jadi Solusi

Untuk jangka panjang, Bhima menilai pemerintah perlu mempercepat pengembangan energi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan devisa.

“Transisi energi harus dipercepat. Ketergantungan terhadap energi impor perlu dikurangi agar ekonomi lebih tahan terhadap gejolak eksternal,” katanya.

Minta Kepercayaan Investor Dipulihkan

Selain persoalan energi, Bhima menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan investor dan masyarakat terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Ia menilai stabilitas ekonomi tidak hanya ditentukan oleh faktor pasar, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pembenahan terhadap sejumlah program yang dinilai menjadi sorotan publik.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved