Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Nasional

P2G Kritik Instruksi Prabowo soal Mapel Bahasa Prancis: Pendidikan Tak Sebercanda Ini

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menjadi pihak pertama yang melayangkan rapor merah atas instruksi Presiden Prabowo.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Dok
DIKRITIK - Gelombang kritik menghantam instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto yang meminta sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan Bahasa Prancis. Kebijakan spontan yang diutarakan Kepala Negara dalam lawatan diplomatiknya ke Eropa tersebut dinilai tidak realistis dan berisiko mengacak-acak tatanan manajemen kurikulum nasional yang sudah padat.  

Fakta Regulasi Bahasa Asing Saat Ini 

Secara regulasi, Bahasa Prancis sebenarnya sudah diakomodasi dengan aman oleh pemerintah sebagai mata pelajaran pilihan, bersanding dengan Bahasa Arab, Jepang, Korea, Mandarin, dan Jerman.

Sistem pilihan ini dianggap jauh lebih bijak ketimbang menjadikannya sebagai mapel wajib yang memberatkan siswa. 

Bahkan pada Mei 2026 ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menggulirkan langkah terukur tanpa harus membebani kurikulum inti melalui program penguatan bahasa asing non-Bahasa Inggris.

Baca juga: Misi Jokowi Keliling Indonesia Disebut Demi Prabowo: Serap Aspirasi Demi Bangsa

Baca juga: Bandingkan dengan Ferdy Sambo, Roy Suryo Sebut Kasus Ijazah Jokowi Tidak Relevan

 "Mei 2026 ini Kemdikdasmen berencana meluncurkan Program Sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Skema ini telah dibuka dan menjangkau lebih dari 120 SMK dengan sasaran 13 ribu siswa," pungkas Satriwan memaparkan solusi yang lebih ideal dibanding mewajibkan mapel baru secara massal.

Prabowo Sebut Sudah Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis 

Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan sudah menginstruksikan kepada seluruh sekolah di Indonesia agar mengajarkan Bahasa Prancis kepada Siswa. 

Dia menyebut hal itu perlu dilakukan mengacu pada masa depan dunia. 

"Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo saat berpidato dalam kunjungan di Istana Kepresidenan Elysee, Paris, pada Kamis (28/5/2026). 

Pernyataan itu disampaikannya di depan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. 

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan hubungan indonesia dan Prancis berada pada tingkat terbaik. Ia pun berterima kasih kepada Macron atas hubungan baik antar dua negara selama ini. 

"Saya sempat menyampaikan kepada Yang Mulia bahwa hubungan Indonesia dan Prancis berada pada tingkat terbaik selama ini. Kami berterima kasih dan menghormati kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron," katanya. 

Selain itu, Prabowo juga memuji kepemimpinan Macron di dunia internasional. Menurutnya, ada beberapa kesamaan sikap antara Indonesia dan Prancis

"Kepemimpinan Presiden Macron di dunia internasional sangat terasa. Presiden Macron selalu berani mengambil sikap yang positif, sikap yang tegas, sesuai prinsip-prinsip yang dipegang oleh Republik Prancis. Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama," katanya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News dan Media Sosial Facebook, Instagram, dan Threads, serta ikuti saluran Tribunjambi.com di WhatsApp

 

Baca juga: Besok Malam Ada Blue Moon dan Senin Malam Micromoon, Fenomena Apa Itu?

Baca juga: Wabup Abdul Khafidh Shalat Ied di Baitul Makmur, Ajak Masyarakat Teladani Semangat Berkurban

Baca juga: 123 Pabrik Kelapa Sawit Beli TBS dengan Harga Murah Termasuk di Jambi, Kementan Ancam Cabut Izin

Baca juga: Meninggal di Tanah Suci, Tiga Jemaah Haji Jambi Mendapat Badal Haji

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kritik P2G soal Prabowo Ingin Ada Mapel Bahasa Prancis: Nanti Kunjungan ke Tiongkok, Wajib Mandarin

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved