Kereta Api Trans Sumatera
Respon Ketua DPRD Jambi soal Wacana Jalur Kereta Api Angkut Batu Bara
Kereta api ini dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang, tidak hanya ampuh mengurai benang kusut konflik angkutan tambang di jalan umum.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Kereta Api Khusus Batu Bara di Jambi
- DPRD Provinsi Jambi dukung penuh rencana pembangunan jalur kereta api khusus batu bara.
- Ketua DPRD Jambi Muhammad Hafiz Fattah siap mengawal dukungan anggaran lewat APBD daerah.
- Jalur rel membentang dari Bungo melewati Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, ke pelabuhan.
- Proyek dipastikan tidak mengganggu target rampungnya jalan khusus batu bara tahun ini.
- Moda rel diklaim efektif urai macet, tekan konflik sosial, dan dongkrak ekonomi Jambi.
TRIBUNJAMBI.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendukung penuh rencana pembangunan jalur kereta api khusus batu bara yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jambi.
Infrastruktur berbasis rel ini dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang yang tidak hanya ampuh mengurai benang kusut konflik angkutan tambang di jalan umum.
Tetapi juga menjadi motor baru bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, menegaskan lembaga legislatif siap berdiri di barisan depan untuk menyukseskan program tersebut.
Dukungan yang ditawarkan tidak sekadar restu politis, melainkan komitmen nyata dalam hal pemenuhan porsi penganggaran daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jika nantinya diperlukan.
Cakupan Rute Strategis Menuju Pelabuhan
Gagasan besar ini sebelumnya telah ditindaklanjuti secara taktis oleh Gubernur Jambi, Al Haris, yang melakukan penjajakan intensif bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Pemerintah pusat pun dilaporkan menyambut baik sinergi ini dan siap berkolaborasi demi merealisasikan moda transportasi massal komoditas tersebut.
Baca juga: Kereta Api Trans Sumatera Bakal Terhubung ke Jambi, AHY: Mandat Presiden
Baca juga: Polisi Jaga Emak-emak Kepung Rumah Mewah Diduga Bandar Sabu di Batang Hari Jambi
Berdasarkan rencana pemetaan, jalur ular besi ini dirancang untuk memotong rantai logistik dari hulu ke hilir secara masif.
Rute utama kereta api akan membentang dari pusat kantong tambang di Kabupaten Bungo, kemudian bergerak melintasi wilayah Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batang Hari, hingga Kabupaten Muaro Jambi, sebelum akhirnya bermuara di kawasan integrasi Pelabuhan Talang Duku atau Kemingking.
Integrasi Multimoda dan Dampak Sosial-Ekonomi
Menjawab kekhawatiran publik mengenai tumpang tindih proyek, Muhammad Hafiz Fattah pada Selasa (26/5/2026) memastikan bahwa kehadiran jalur rel ini sama sekali tidak akan mengganggu atau menghambat proyek jalan khusus batu bara yang saat ini masih dikejar target penyelesaiannya pada tahun ini.
Hafiz Fattah memaparkan bahwa integrasi antara jalan khusus darat dan jalur logistik kereta api merupakan hal yang lumrah serta telah terbukti sukses di berbagai daerah penghasil tambang lainnya.
Skema multimoda ini dinilai sangat efektif dalam memperlancar arus distribusi hasil bumi.
Lebih jauh, DPRD Jambi melihat proyek yang diusulkan gubernur ini sebagai pemikiran yang sangat baik bagi masa depan daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260529-Ketua-DPRD-Provinsi-Jambi-Hafiz-Fattah.jpg)