Sabtu, 23 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Nasional

Peringatan Menko Yusril: Indonesia Berpotensi Jadi Target Militer AS Berikutnya

Yusril secara blak-blakan menyoroti agresivitas militer AS pasca-operasi mereka di Venezuela, dan menyebut Indonesia masuk dalam radar pengawasan.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
PERINGATAN - Ilustrasi militer. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, melayangkan peringatan keras terkait posisi geopolitik Indonesia di mata global. Yusril secara blak-blakan menyoroti agresivitas militer Amerika Serikat (AS) pasca-operasi mereka di Venezuela, dan menyebut Indonesia masuk dalam radar pengawasan Washington. 

Ringkasan Berita:Indonesia Berpotensi jadi Sasaran Militer AS
  • Menko Yusril sebut Indonesia berpotensi jadi target operasi militer AS berikutnya.
  • AS disebut agresif mengincar sumber energi dan mineral strategis milik Indonesia.
  • Jarak pangkalan militer AS di Guam menuju Papua dilaporkan hanya memakan waktu 6 jam.
  • Yusril ungkap kekuatan pertahanan udara dan militer RI hanya siap perang selama 4 hari.
  • Alasan diplomasi RI tak kecam keras aksi AS di Venezuela demi amankan posisi bebas aktif.

 

TRIBUNJAMBI.COM – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, melayangkan peringatan keras terkait posisi geopolitik Indonesia di mata global. 

Yusril secara blak-blakan menyoroti agresivitas militer Amerika Serikat (AS) pasca-operasi mereka di Venezuela, dan menyebut Indonesia masuk dalam radar pengawasan Washington.

Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan Yusril saat berbicara dalam acara Seminar Nasional: Tantangan Regulasi dalam Menghadapi Gig Economy dan Artificial Intelligence pada Selasa (19/5/2026). 

Ia menjelaskan bahwa motif utama pergerakan militer AS di era modern adalah penguasaan atas sumber daya alam yang krusial bagi industri masa depan.

Menurut Yusril, AS secara agresif tengah mengejar dan mengamankan pasokan sumber energi serta sumber mineral strategis di berbagai belahan dunia. 

Setelah mengintervensi Venezuela dan membidik wilayah kaya mineral seperti Greenland, fokus negara adidaya tersebut kini mengarah ke wilayah Nusantara yang kaya akan cadangan nikel, tembaga, hingga gas alam.

"Target selain Greenland, negara mana? ya ini (Indonesia) yang dikejar," tegas Yusril secara lugas di hadapan para peserta seminar.

Yusril menambahkan, Amerika Serikat sama sekali tidak memiliki minat geopolitik untuk mengintervensi negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia.

Baca juga: Militer AS Tekor Bela Israel: Stok Rudal THAAD Kritis Dikuras Iran

Baca juga: Kisah Petugas Damkartan Jambi Pertaruhkan Nyawa di Balik Pekatnya Asap Kebakaran Gudang BBM

Hal itu karena fokus utama mereka murni tertuju pada wilayah yang memiliki kelimpahan komoditas mineral, yaitu Indonesia.

Kerapihan Geografis dan Ketidaksiapan Perang RI

Lebih lanjut, Yusril memaparkan analisis taktis mengenai kerentanan geografis Indonesia

Ia menyoroti keberadaan pangkalan militer utama AS di Guam, Samudra Pasifik, yang posisinya sangat dekat dengan wilayah timur Indonesia

Jarak logistik yang sangat pendek ini menjadi ancaman nyata yang jarang disadari publik.

"Dari Guam ke Papua cuma 6 jam, yang jadi pangkalan militer di Guam. Kita dalam kondisi tidak siap perang, hitung berapa kekuatan militer kita, kalau kita perang paling cuma bisa 4 hari," ungkap Yusril cemas.

Reorientasi Strategi Politik Bebas Aktif

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved