Rabu, 20 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Nilai Tukar Rupiah

Kader Golkar di DPR Bela Prabowo soal Rupiah Melemah, Minta Masyarakat Tenang

Dia meminta publik untuk tidak menelan mentah-mentah atau membaca pernyataan Presiden Prabowo Subianto secara tekstual semata. 

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
KADER GOLKAR BELA PRABOWO- Gelombang polemik yang dipicu oleh pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto mengenai pelemahan nilai tukar rupiah langsung direspons cepat oleh parlemen.  Ketua Komisi XI DPR RI sekaligus politikus senior Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, pasang badan membela logika ekonomi Presiden Prabowo.  

Ringkasan Berita:Polemik Pernyataan Presiden Prabowo 
  • Ketua Komisi XI DPR dari Golkar bela pernyataan Prabowo soal pelemahan rupiah.
  • Misbakhun minta masyarakat tenang dan tidak membaca ucapan Presiden secara eksplisit.
  • Tegaskan Presiden tidak bermaksud membenturkan kelompok kaya dan miskin.
  • Sebut dampak dolar tinggi hanya menyasar transaksi impor dan warga yang ke luar negeri.
  • Prabowo sebelumnya menyindir pihak yang risau karena warga desa tak memakai dolar.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Gelombang polemik yang dipicu oleh pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto mengenai pelemahan nilai tukar rupiah langsung direspons cepat oleh parlemen.  

Ketua Komisi XI DPR RI sekaligus politikus senior Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, pasang badan membela logika ekonomi Presiden Prabowo

Dia meminta publik untuk tidak menelan mentah-mentah atau membaca pernyataan tersebut secara tekstual semata. 

Presiden Prabowo yang menyebut "orang desa tak pakai dolar" harus dilihat sebagai instrumen komunikasi politik seorang pimpinan negara untuk menjaga psikologis pasar dan kondusifitas masyarakat di akar rumput. 

"Apa yang disampaikan oleh Pak Presiden itu adalah upaya untuk menenangkan masyarakat, jangan dibaca terlalu eksplisit, upaya Bapak Presiden adalah menenangkan masyarakat bahwa dolar yang begitu tinggi masyarakat diminta tenang," tegas Misbakhun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). 

Kader berlambang pohon beringin ini membantah keras tudingan ucapan Presiden Prabowo bermaksud menciptakan polarisasi atau kecemburuan sosial.  

Ia meluruskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah membentengi psikologis rakyat agar tidak terjebak dalam kepanikan massal yang justru bisa memperburuk stabilitas ekonomi. 

Baca juga: Pesan Darurat Jurnalis Tempo Usai Ditahan Tentara Israel: Bebaskan Kami, Pak Prabowo

Baca juga: Kemenlu Kutuk Keras Israel: 5 WNI Misi Gaza Diculik di Perairan Siprus, 4 Masih di Laut

"Yang dimaksud oleh Bapak Presiden itu tidak ingin membenturkan juga masyarakat kaya dengan masyarakat miskin. Yang ingin dijaga oleh Bapak Presiden itu adalah jangan sampai masyarakat terjadi kepanikan karena masyarakat harus dijaga. Jangan sampai kemudian gejolak isu itu menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan," tuturnya secara rinci. 

Segmentasi Dampak Fluktuasi Kurs 

Sebelum memberikan klarifikasi di Senayan, Misbakhun juga sempat menyatakan kesepakatannya secara basis transaksi harian, pergerakan dolar AS tidak memiliki jalur langsung terhadap ekonomi mikro pedesaan.  

Dampak depresiasi ini diakuinya memiliki segmentasi yang sangat spesifik pada sektor makro dan kelas sosial tertentu. 

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar," kata Misbakhun saat dihubungi pada Minggu (17/5/2026). 

Ia menambahkan, beban psikologis dan finansial dari lonjakan mata uang asing ini sebenarnya berada di pundak pelaku industri berbasis impor dan masyarakat kelas atas.  

"Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved