Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Jerit Pilu dari Dalam Api Mengungkung Bus ALS Arah Jambi dan Truk Tangki di Muratara

Sebanyak 16 jenazah korban kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Rifani Halim
SISA TERBAKAR - Potret bangkai bus ALS yang kecelakaan dan terbakar, Kamis (7/5/2026). Sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan bus ALS yang melaju ke arah Jambi dengan truk tangki di Desa Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026) siang. 

Sebanyak 16 jenazah korban kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

"Tim DVI sudah bekerja di Palembang. Mudah-mudahan identitas seluruh korban segera terungkap meski manifest penumpang sudah ada,” ujarnya.

Polisi juga mendalami kemungkinan adanya kelalaian dari pihak bus terkait proses evakuasi penumpang saat kebakaran terjadi.

“Tadi kami tanyakan, di dalam bus memang ada alat untuk memecahkan kaca. Tapi semua masih kami dalami apakah ada kelalaian dari pihak bus atau faktor lainnya,” pungkasnya.

Tim Labfor Ambil Sampel di Lokasi

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel turut mengambil sejumlah sampel dari lokasi kecelakaan.

Kabid Labfor Polda Sumsel, Witriadi, mengatakan sampel yang diamankan berupa dua bungkus arang bekas kebakaran, satu botol cairan dari tangki, abu arang dari bus, serta swap untuk pemeriksaan forensik.

"Tadi bersama tim Ditlantas kami sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian kecelakaan.

"Dari hasil pemeriksaan, kami mengambil dua bungkus arang sisa kebakaran, satu botol cairan dari tangki, serta sampel arang dari bus berikut swipe dan pengecekan fisik,” kata Witriadi.

Menurut dia, seluruh barang bukti tersebut akan diuji di Laboratorium Forensik Polda Sumsel guna memastikan kandungan cairan maupun sumber pemicu kebakaran.

“Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan secara laboratoris di Bidlabfor Polda Sumsel. Hasilnya nanti akan kami sampaikan kepada penyidik lalu lintas,” ujarnya.

“Pemeriksaan ini harus berdasarkan fakta dan hasil laboratoris. Karena itu kami perlu memberikan kepastian melalui uji forensik di laboratorium,” tambahnya.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan jenis cairan yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Kami hanya menyampaikan bahwa yang diambil adalah cairan dari tangki. Untuk memastikan secara spesifik kandungannya, nanti akan diketahui melalui peralatan di laboratorium forensik,” pungkasnya.

Tak Ada Korban Tujuan Jambi

Penjaga loket bus PO ALS di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, memastikan tidak ada korban asal Kota Jambi dalam kecelakaan maut tersebut.

Ucok, penjaga loket ALS, mengatakan bus yang mengalami kecelakaan merupakan armada lintas tengah Sumatera dan tidak masuk rute Kota Jambi.

"Bus itu rutenya lintas tengah Sumatera, jadi gak masuk Jambi. Kalau yang ke sini lewatnya lintas timur Sumatera," ujarnya.

Ia menyebut bus tersebut berangkat dari Pulau Jawa dengan tujuan akhir Medan, Sumatera Utara.

Kernet Lompat

Satu dari empat korban selamat dalam tragedi itu adalah Muhamad Fadli (29), kernet bus ALS asal Sibolga, Sumatera Utara.

Fadli berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar melalui kaca depan bus saat api mulai membesar.

"Tabrakan itu tepat di bagian tengah, syukur saya tidak terjepit. Begitu saya lihat kaca depan pecah, saya langsung ambil keputusan untuk lompat," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (7/5).

Aksi Fadli kemudian diikuti tiga penumpang lain yang berada di dekatnya. Mereka berhasil keluar sebelum api melahap seluruh badan bus.

Meski selamat, Fadli mengalami luka di kedua betis dan lengan kirinya.

"Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke belakang diikuti tiga orang lainnya. Penumpang yang lain terjebak," ucapnya lirih.

Fadli mengatakan bus berangkat dari Semarang menuju Medan pada 2 Mei 2026.

"Berangkat dari Semarang tanggal 2 Mei dan terakhir berhenti di SPBU wilayah Kota Lubuklinggau untuk mengisi BBM," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bus sempat mengalami gangguan selama perjalanan, namun masih bisa diperbaiki.

"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.

Korban Teridentifikasi

Dari 16 korban meninggal dunia, sebanyak 10 jenazah sudah terindentifikasi pada, Kamis (7/5/2026). Mereka adalah:

  • Aryanto (49), pengemudi truk tangki PT Seleraya, warga Lubuk Linggau.
  • Martono (48), penumpang truk tangki PT Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
  • Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah.
  • Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan.
  • Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan.
  • Relodo, penumpang Bus ALS.
  • Zulkifli, penumpang Bus ALS.
  • Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
  • Rani, penumpang Bus ALS.
  • Bela (1,5) anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.

4 Korban Selamat

Dalam peristiwa itu, ada empat korban selamat, yakni:

  • Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah.
  • Ngadiono (44), warga Pati.
  • Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, yang mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
  • M Fadli (29), kenek Bus ALS asal Riau, selamat dengan luka ringan.

Tiga dari empat korban masih dirawat di RSUD Rupit, sementara kernet bus ALS sudah diperbolehkan pulang.

"Untuk saat ini korban yang selamat masih dalam penanganan dokter RSUD di daerah di ruang ICU untuk memulihkan kesehatan," tutupnya.

 

Baca juga: Daftar 10 Jenazah Korban Tabrakan ALS Arah Jambi vs Truk di Muratara yang Teridentifikasi

Baca juga: Nanas dan Duka Istri Sopir Truk yang Tabrakan dengan Bus ALS Arah Jambi di Muratara

Baca juga: Sekda: Pencairan TPP ASN Provinsi Jambi Tinggal Satu Tahap Lagi

Baca juga: Ayah dan Anak hingga Kakak Beradik Terlibat Kasus Narkoba di Kerinci

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved