Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Italia Turun ke Selat Hormuz, Kirim 4 Kapal Bantu AS Amankan Perairan

Angkatan Laut Italia mengumumkan rencana pengerahan empat kapal untuk mendukung operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz, menyusul meredanya konflik

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
Google Maps
Penampakan Selat Hormuz melalui Google Maps. 

TRIBUNJAMBI.COM – Angkatan Laut Italia mengumumkan rencana pengerahan empat kapal untuk mendukung operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz, menyusul meredanya konflik di kawasan tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut Italia, Giuseppe Berutti Bergotto, menyatakan bahwa misi ini merupakan bagian dari operasi koalisi internasional, bukan aksi sepihak.

Kirim Kapal Penyapu Ranjau

Dalam rencana tersebut, Italia akan mengerahkan dua kapal penyapu ranjau yang didukung kapal pengawal serta unit logistik. Langkah ini bertujuan memastikan operasi dapat berjalan aman dan berkelanjutan dalam jangka waktu panjang.

“Rencana ini mencakup pembentukan grup kapal penyapu ranjau dengan dukungan pengawal dan logistik untuk memperpanjang masa tugas,” ujar Bergotto, dikutip dari media Italia, Ansa.

Keputusan ini diambil menyusul ancaman ranjau laut yang masih membayangi jalur pelayaran vital tersebut.

Baca juga: Diduga Selingkuh dengan Istri Kades, Anggota DPRD Cirebon Kini Diperiksa

Baca juga: Dugaan Penistaan Agama Jusuf Kalla Diselidiki, Polisi Turunkan Tim Forensik

Negara Eropa Ikut Bergabung

Selain Italia, sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Inggris, Belanda, dan Belgia juga disebut akan terlibat dalam misi serupa.

Keterlibatan banyak negara menunjukkan bahwa keamanan Selat Hormuz kini menjadi perhatian global, mengingat perannya sebagai jalur utama distribusi energi dunia.

Kronologi Konflik

Ketegangan di kawasan bermula dari serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari lalu.

Serangan tersebut memicu respons keras dari Teheran, termasuk peningkatan aktivitas militer di wilayah Teluk Persia.

Dalam eskalasi itu, Korps Garda Revolusi Islam dilaporkan menggunakan strategi tekanan dengan menebar ranjau laut secara tersembunyi melalui kapal-kapal kecil.

Langkah ini dinilai sebagai upaya mengganggu jalur pelayaran tanpa konfrontasi terbuka, sekaligus meningkatkan posisi tawar Iran dalam konflik.

Jalur Vital Energi Dunia

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved