AS vs Iran
Kesaksian WNI di Teheran: Warga Iran Siap Perang Lagi Jika Dialog dengan AS Buntu
Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan saat puncak perang pada Februari 2026 lalu, di mana aktivitas perbankan lumpuh di banyak titik.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Kesaksian WNI di Iran
- WNI di Teheran sebut aktivitas mulai normal terbatas selama gencatan senjata.
- Perkantoran berlaku WFH parsial dan perkuliahan tetap daring hingga akhir semester.
- Masyarakat Iran gelar pawai tiap malam tuntut balas dendam atas korban perang.
- Puluhan juta warga Iran dilaporkan daftar relawan, siap perang jika dialog buntu.
- KBRI imbau WNI jauhi lokasi sensitif dan segera lapor jika terjadi darurat.
TRIBUNJAMBI.COM – Denyut nadi kehidupan di Teheran, Iran, berada dalam fase transisi yang penuh ketidakpastian.
Menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada Rabu (22/4/2026), masyarakat setempat dilaporkan mulai bersiap menghadapi segala kemungkinan, termasuk kembalinya konfrontasi fisik.
Laini Misra, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Teheran, menceritakan bagaimana kota tersebut perlahan mencoba bangkit selama hampir dua pekan masa tenang ini.
Meski beberapa sektor mulai dibuka, pembatasan masih terasa di dunia pendidikan dan profesional.
"Di saat gencatan senjata berlangsung, hampir dua minggu berakhir, dan tempat wisata dibuka 100 persen, perkuliahan kita masih online hingga akhir semester, dan untuk perkantoran sendiri setengah WFH (work from home) dan setengah langsung dari perkantoran, dan perbankan kembali berjalan seperti biasa," ungkap Laini dalam program Kompas Malam KompasTV, Senin (20/4).
Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan saat puncak perang pada Februari 2026 lalu, di mana aktivitas perbankan lumpuh di banyak titik dan seluruh sektor perkantoran diwajibkan bekerja dari rumah.
Solidaritas Malam dan Jutaan Relawan Perang
Di balik upaya normalisasi tersebut, semangat perlawanan masyarakat Iran tidak surut.
Setiap malam, warga aktif turun ke jalan untuk menyuarakan solidaritas melalui aksi pawai.
Baca juga: Bantah Rayuan Israel, Trump: Ambisi Nuklir Iran Alasan Saya Menyerang
Baca juga: ATM Bank Jambi Kini Buka Hingga Jam 8 Malam Demi Kenyamanan Nasabah
Pesan yang mereka bawa sangat kontradiktif namun tegas: menuntut berakhirnya perang, namun sekaligus mendesak aksi balas dendam atas kerusakan dan korban jiwa yang jatuh di pihak mereka.
Laini mengungkapkan bahwa masyarakat Iran memiliki kesiapan mental yang luar biasa jika perundingan babak kedua dengan Washington gagal mencapai kesepakatan.
"Mereka juga jika benar-benar negosiasi tidak berjalan dengan lancar, mereka siap berkorban jiwa untuk melawan lawan dan mendukung pemerintahannya sendiri," ujarnya.
Bahkan, ia menyebutkan informasi mengenai puluhan juta warga yang telah mendaftarkan diri menjadi relawan perang sebagai bentuk dukungan penuh kepada pemerintah Teheran.
Imbauan Keamanan bagi WNI
Menyikapi situasi yang kian memanas dan potensi kerumunan massa yang masif, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah mengeluarkan imbauan resmi bagi seluruh WNI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260421-Kolase-foto-WNI-di-Iran-dan-Kota-Teheran.jpg)