AS vs Iran
Selat Hormuz Mencekam, AS Dikabarkan Serang dan Sita Kapal Berbendera Iran
Pasukan Marinir AS dilaporkan telah menaiki dan mengamankan kapal Touska, yang sebelumnya memang telah dikenai sanksi oleh AS.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
- Situasi Hormuz mencekam; AS serang dan sita kapal Iran Touska usai tembak ruang mesin.
- Iran bersumpah balas serangan dan sebut tindakan militer AS sebagai pembajakan.
- Insiden terjadi jelang berakhirnya gencatan senjata (22/4) dan rencana dialog di Pakistan.
- Presiden Pezeshkian tuduh AS lakukan intimidasi dan akan khianati diplomasi.
- Pencegatan fisik pertama sejak blokade pelabuhan Iran dimulai AS pekan lalu.
TRIBUNJAMBI.COM - Situasi panggung geopolitik di Timur Tengah, khususnya kawasan Selat Hormuz membara dan berstatus mencekam.
Hal itu terjadi setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan bersenjata dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran pada Minggu (19/4/2026).
Insiden dramatis ini menandai pencegatan fisik pertama oleh militer AS sejak blokade pelabuhan Iran diberlakukan secara resmi pekan lalu.
Kronologi Serangan: Tembakan di Ruang Mesin
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi penyerangan tersebut melalui militer sosialnya.
Sebuah kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut AS awalnya mencegat kapal kargo Iran bernama Touska di perairan Teluk Oman.
Pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah memberikan "peringatan berulang kali selama periode enam jam" agar kapal tersebut berhenti.
Namun, karena peringatan diabaikan, militer AS mengambil tindakan keras untuk melumpuhkan kapal kargo tersebut.
Donald Trump menggambarkan aksi tersebut dengan tegas: "Menghentikan mereka tepat di tempat dengan membuat lubang di ruang mesin."
Baca juga: Iran Tolak Tunduk ke AS: Trump Blokade Selat Hormuz Cuma Pertunjukan Gagal
Baca juga: Projo Balas Klaim JK: Kemenangan Jokowi Itu Kehendak Rakyat, Bukan Individu
Pasukan Marinir AS dilaporkan telah menaiki dan mengamankan kapal Touska, yang sebelumnya memang telah dikenai sanksi oleh AS.
Hingga saat ini, belum jelas apakah ada korban terluka dalam serangan bersenjata tersebut, sementara Trump menyatakan pasukannya kini "sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!"
Iran Berang: Sebut AS Lakukan Pembajakan
Reaksi keras langsung datang dari Teheran.
Komando militer gabungan Iran melempar kecaman vokal dan mengutuk keras aksi penyerangan serta penyitaan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260328-Dua-kapal-tanker-milik-Pertamina-dan-peta-Selat-Hormuz.jpg)