Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Resmi Ade Armando–Abu Janda Dilaporkan, Diduga Edit Video Ceramah Jusuf Kalla

Politikus Partai Solidaritas Indonesia, Ade Armando, bersama pegiat media sosial Permadi Arya, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA/ist
Politikus Partai Solidaritas Indonesia, Ade Armando, bersama pegiat media sosial Permadi Arya, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan provokasi. 

TRIBUNJAMBI.COM – Politikus Partai Solidaritas Indonesia, Ade Armando, bersama pegiat media sosial Permadi Arya, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan provokasi.

Laporan tersebut diajukan oleh seorang pengacara, Paman Nurlette, pada Senin (20/4/2026) di Jakarta.

Menurut Nurlette, pelaporan dilakukan karena keduanya diduga memotong dan menyebarkan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang disampaikan di masjid kampus Universitas Gadjah Mada.

“Potongan video itu menimbulkan kegaduhan dan keonaran di masyarakat,” ujar Nurlette.

Ia menilai, video yang telah diedit tersebut memicu persepsi negatif hingga menimbulkan potensi konflik, termasuk sentimen keagamaan di ruang publik.

Nurlette juga menyebut dampak dari penyebaran video tersebut telah meluas, bahkan memicu serangan terhadap pribadi Jusuf Kalla serta isu sensitif terkait agama.

Dalam laporannya, Ade Armando dan Permadi Arya diduga melanggar sejumlah pasal, di antaranya Pasal 43 KUHP serta pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebagai barang bukti, pelapor menyerahkan rekaman video utuh ceramah Jusuf Kalla, potongan video yang beredar di media sosial, serta tangkapan layar komentar warganet.

Baca juga: Breaking News Propam Mabes Polri ke Jambi, Tindaklanjuti Rudapaksa yang Libatkan Polisi

Baca juga: Penyebab Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru hingga Viral,Ini Kata Disdik Jabar

JK Tegaskan Ceramah Soal Perdamaian

Sebelumnya, Jusuf Kalla telah memberikan klarifikasi terkait polemik ceramahnya yang viral.

Ia menegaskan bahwa materi ceramah yang disampaikan saat Ramadan 2026 tersebut berfokus pada tema perdamaian, bukan penistaan agama.

“Saya diundang dengan tema perdamaian, khususnya langkah-langkah menuju perdamaian,” ujar JK dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Dalam ceramah itu, JK menjelaskan ia sempat membahas konflik yang pernah terjadi di sejumlah daerah, seperti Maluku dan Poso, sebagai contoh pentingnya menjaga kerukunan.

Ia juga menyinggung istilah “syahid” dan “martir” dalam konteks penjelasan kepada jamaah, yang menurutnya hanya berbeda istilah namun memiliki makna serupa dalam konteks pengorbanan.

JK menegaskan bahwa pesan utama ceramahnya adalah agar agama tidak dijadikan alat konflik.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved