Israel vs Iran
Analisis China di Tengah Kondlik Iran vs Amerika, 'Tak Suka' Pasokan Energi Diganggu
Kini, Selat Hormuz menjadi episentrum kekhawatiran global. Apakah China yang merupakan negara besar juga mengalami hal serupa?
TRIBUNJAMBI.COM - Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat seiring memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Kini, Selat Hormuz menjadi episentrum kekhawatiran global. Apakah China yang merupakan negara besar di dunia juga mengalami hal serupa?
Jalur laut strategis tersebut memegang peran krusial karena dilalui sekitar 20 persen pasokan energi dunia, terutama minyak dan gas.
Isu potensi penutupan atau gangguan lalu lintas di Selat Hormuz memicu respons internasional.
Sejumlah negara mendesak agar jalur tersebut tetap terbuka demi menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan energi global.
Dinamika terbaru, China dilaporkan ikut mendesak Iran agar memastikan kelancaran pelayaran di kawasan tersebut.
Berikut analisis pengamat Timur Tengah terkait fenomena tersebut:
Aspek Diplomatis dan Militer
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Yulianti Sulaeman, menilai narasi bahwa Iran sepenuhnya menutup Selat Hormuz tidak sepenuhnya akurat.
Menurutnya, Iran sejak awal lebih menekankan aspek keamanan nasional di tengah tekanan militer dan politik dari Washington.
"Dengan realitas yang ada, Amerika Serikat juga berkontribusi pada eskalasi karena melakukan agresi terhadap Iran. Dalam posisi ini, Iran merasa memiliki alasan untuk menjaga keamanannya,” ujar Dina dalam program Sapa Indonesia Pagi di kompastv, Jumat (17/4/2026).
Sikap China yang terkesan aktif secara diplomatik namun minim keterlibatan langsung, kata Dina, menunjukkan strategi kehati-hatian.
Beijing, menurutnya, lebih memilih mengamati dinamika global sembari menghitung dampak ekonomi, terutama di tengah tekanan kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump terhadap China.
"Kebijakan Trump yang menekan China tidak serta-merta membuat Beijing bereaksi keras. China tetap fokus pada kepentingannya sendiri,” kata Dina.
Pandangan serupa disampaikan Dosen Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Sebelas Maret, Septyanto Galan Prakoso.
| Militer AS Tekor Bela Israel: Stok Rudal THAAD Kritis Dikuras Iran |
|
|---|
| Lawan dan Kecam Agresi Israel dan AS, Iran Ajak BRICS Pecahkan Dominasi Barat |
|
|---|
| Respon Ancaman Israel, Menlu Iran: Kami Tak Akan Menyerah pada Tekanan |
|
|---|
| Israel Isyaratkan Serangan Baru ke Iran, Katz: Harus Mundur Bertahun-tahun |
|
|---|
| Netanyahu Bersikeras Perangi Iran, Ada Sinyal Perundingan dari Amerika |
|
|---|