Harga BBM Terbaru
Harga BBM Hari Ini 18 April 2026: Pertamax Turbo dan Dexlite Melonjak Tajam
Terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan pada jenis BBM berkualitas tinggi, khususnya keluarga Pertamax dan varian diesel non-subsidi.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kabar baik juga datang bagi pengguna Pertamax (RON 92).
Berbeda dengan saudara "Turbo"-nya, harga Pertamax dipastikan tidak mengalami penyesuaian harga di seluruh daerah, sehingga harga yang berlaku sejak 1 Maret 2026 tetap dipertahankan untuk periode saat ini.
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa perubahan harga secara berkala melalui laman resmi Pertamina, mengingat adanya perbedaan harga di tiap provinsi akibat pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing wilayah.
Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga 2026, Menteri Bahlil: Sesuai Arahan Presiden
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan tersebut dinilai menjadi kabar positif bagi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga energi global yang masih belum stabil.
Stok Energi Nasional Dipastikan Aman
Dalam keterangannya, Bahlil memastikan bahwa ketersediaan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ia menyebutkan, cadangan BBM nasional masih berada di atas ambang batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca juga: BBM Subsidi Dihentikan, SPBU Tebing Tinggi Bungo Jambi Hanya Salurkan Non-subsidi
Baca juga: Daftar Nama dan Jabatan 44 Pejabat yang Baru Dilantik Bupati Kerinci Jambi
Pasokan energi seperti solar, bensin, hingga LPG disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu ke depan.
“Stok kita insya Allah di atas standar minimum, baik itu solar, bensin, maupun LPG. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Bahlil dalam siaran pers yang diterima, Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama Presiden telah menyepakati untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan hingga penghujung tahun.
Faktor Harga Minyak Dunia Masih Terkendali
Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih realistis untuk dijalankan. Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Bahlil, selama harga ICP masih berada dalam batas aman, maka ruang fiskal pemerintah tetap cukup untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi.
“Kalau harga minyak masih di kisaran saat ini, bahkan hingga mendekati 100 dolar AS, itu masih aman untuk menjaga harga BBM subsidi,” jelasnya.
Ia menambahkan, rata-rata ICP sejak Januari hingga saat ini masih berada di bawah angka 77 dolar AS, sehingga tekanan terhadap anggaran negara dinilai belum signifikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260418-SPBU-Pertamina.jpg)