Sabtu, 18 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Israel vs Iran

Netanyahu Bersikeras Perangi Iran, Ada Sinyal Perundingan dari Amerika

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan negaranya siap melanjutkan perang dengan Iran.

Editor: asto s

Pertemuan yang akan terjadi setelah hampir 34 tahun itu diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

“Mencoba menciptakan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon. Sudah lama sekali kedua pemimpin itu tidak berbicara, sekitar 34 tahun. Itu akan terjadi besok. Bagus!” tulis Trump, sebagaimana diberitakan Al Arabiya.

Sementara itu, sebuah sumber resmi mengatakan kepada AFP pada hari Kamis bahwa Lebanon "tidak mengetahui" adanya kontak yang akan datang dengan Israel.

Lebanon terseret ke dalam perang regional melawan Iran pada 2 Maret 2026 setelah Hizbullah menyerang Israel.

Sejak itu, serangan Israel – termasuk serangan yang sangat hebat di Beirut pada 8 April 2026 – telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik formal dan secara teknis berada dalam keadaan perang sejak berdirinya Israel pada tahun 1948.

Israel memiliki sejarah panjang melakukan serangan dan invasi militer di Lebanon, termasuk pendudukan selama 18 tahun di wilayah selatan dari tahun 1982-2000.

Israel dan Lebanon mengadakan pembicaraan yang dimediasi oleh AS pada tahun 2022 yang menghasilkan perjanjian bilateral yang menetapkan batas maritim antara kedua negara.

Dilansir Al Jazeera, pengumuman Trump disampaikan sehari setelah duta besar Israel dan Lebanon mengadakan pembicaraan diplomatik langsung pertama mereka dalam lebih dari tiga dekade di Washington, DC, di mana Lebanon berupaya mengakhiri serangan dahsyat Israel terhadap negara tersebut.

Presiden AS tidak menyebutkan pemimpin mana yang akan terlibat dalam pembicaraan itu.

Pernyataan Israel dan Lebanon

Gila Gamliel, anggota kabinet keamanan Israel, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel pada hari Kamis bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Sementara itu, para pejabat Lebanon mengatakan kepada kantor berita bahwa mereka "tidak memiliki informasi" tentang kontak atau pembicaraan mendatang dengan pimpinan Israel.

Sebelumnya pada Rabu (15/4/2026), Netanyahu mengatakan bahwa ia telah memerintahkan militer untuk memperluas invasi di Lebanon selatan, ke arah timur.

Dia mengatakan Israel sedang mengupayakan negosiasi dengan pemerintah Lebanon bersamaan dengan kampanye militernya melawan Hizbullah dengan harapan melucuti senjata kelompok tersebut dan mencapai "perdamaian berkelanjutan" dengan negara tetangganya di utara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved