Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Israel vs Iran

Biayai Perang di Iran, AS Ajukan Dana USD 200 Miliar

Biayai peran di Iran, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat disebut ajukan tambahan dana lebih dari 200 miliar dolar Amerika Serikat (AS)

Editor: Suci Rahayu PK
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
GEMPURAN - Bendera Iran di ibu kota Teheran di tengah gempuran AS-Israel. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, salat Idulfitri di Iran berlangsung tanpa kehadiran Ayatollah Ali Khamenei. 

TRIBUNJAMBI.COM - Biayai peran di Iran, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat disebut ajukan tambahan dana.

Gedung Putih dilaporkan telah dimintai Pentagon untuk menyetujui pengajuan pendanaan lebih dari 200 miliar dolar Amerika Serikat (AS) guna mempertahankan operasi militer di Iran

Jumlah ini setara dengan Rp3.300 triliun atau Rp3,3 kuadriliun.

Dana jumbo tersebut akan digunakan untuk mendukung kampanye militer yang dimulai sejak 28 Februari tersebut.

Termasuk peningkatan produksi senjata yang digunakan dalam konflik.

Departemen Pertahanan AS disebut telah mengajukan beberapa paket pendanaan dalam dua pekan terakhir.

Namun, sejumlah pejabat di Gedung Putih meragukan bahwa proposal tersebut memiliki peluang realistis untuk mendapatkan persetujuan dari Kongres, mengutip Anadolu Agency, Kamis (19/3/2026).

Nilai yang diajukan ini jauh melampaui estimasi biaya perang yang sebelumnya disampaikan ke publik.

Baca juga: Marak BBM Subsidi di Jambi Dikirim untuk Tambang Emas Ilegal

Baca juga: Ada Diskon Rp4 Ribu hingga 15 Persen, Ini Promo Roti Gembul Jambi Maret 2026

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, sebelumnya mengungkapkan bahwa lebih dari 12 miliar dolar AS telah dihabiskan hanya dalam dua minggu pertama operasi militer.

Sementara itu, laporan mengutip pengarahan Pentagon yang menyebutkan biaya perang mencapai lebih dari 11,3 miliar dolar AS hanya dalam enam hari pertama.

Pada awal operasi, pemerintah AS sempat menyatakan optimisme terkait ketersediaan persenjataan.

Hassett bahkan menilai bahwa Amerika Serikat memiliki stok senjata yang cukup tanpa perlu tambahan anggaran.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pertahanan yang mengeklaim persediaan bom presisi “hampir tak terbatas”.

Konflik ini sendiri dipicu oleh serangan gabungan dan terhadap Iran yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu. 

Permintaan dana besar ini menandai eskalasi serius dalam konflik.

Sekaligus membuka perdebatan baru terkait beban anggaran perang di tengah ketidakpastian politik di Washington. (*)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Resep Sayur Asem, Gunakan Asam Jawa Asli

Baca juga: Marak BBM Subsidi di Jambi Dikirim untuk Tambang Emas Ilegal

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved