Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Riyadh Membara: Arab Saudi Usir Atase Militer Iran & Siaga Perang Bela Diri

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu (21/3/2026) secara resmi mengusir sejumlah pejabat militer Teheran sebagai respons atas serangan Iran.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
USIR PEJABAT IRAN - Cuplikan layar dari video Kementerian Pertahanan Saudi yang menunjukkan peluncur pencegat THAAD dari Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan. Arab Saudi secara resmi mengusir sejumlah pejabat militer Iran dan kembali mengecam keras serangan yang disebutnya sebagai “terang-terangan” terhadap Kerajaan serta negara-negara regional, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Sabtu (21/3/2026). (X: @modgovksa) 

Dengan diusirnya pejabat militer senior Iran, jalur komunikasi pertahanan kedua negara praktis terputus di tengah situasi Timur Tengah yang kian di ambang perang besar.

Update Perang di Timur Tengah  

Situasi di Timur Tengah masih dihantui kekhawatiran akan ledakan dari rudal serangan antara Iran kontra Amerika Serikat dan Israel.  

Adapun perang itu telah memasuki minggu keempat tepatnya hari ke-23, yang dimulai sejak 28 Februari 2026. 

Perang itu setidaknya menewaskan lebih dari 1.400 orang di Iran, sementara jumlah korban tewas di pihak Amerika Serikat dan Israel masih simpang siur.  

Jumlah korban perang Timur Tengah itu tampaknya 'ditutup-tutupi' oleh pemerintah setempat. 

Serangan balasan pun dilakukan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.  

Iran terus menyerang Israel dan pangkalan AS sebagai balasan termasuk tadi malam Iran menyerang lokasi nuklir Israel di Dimona dan Arad dan dilaporkan 100 orang terluka namun tak ada laporan korban jiwa. 

Sementara jutaan warga Iran merayakan Idul Fitri dan Nowruz di bawah bayang-bayang perang.

Baca juga: Iran vs Israel, Strategi Baru Iran Selat Hormuz Ditutup Tapi Kapal Jepang Boleh Lewat

Baca juga: Gus Yaqut Eks Menag Bebas dari Rutan KPK, Lebaran 2026 di Rumah Disorot

Secara terpisah, AS mengatakan sedang mempertimbangkan untuk "mengakhiri" konflik sambil menolak kemungkinan gencatan senjata. 

Inggris telah mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan militer untuk melakukan serangan terhadap situs rudal Iran

Trump Ultimatum Iran 48 Jam

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengeluarkan ancaman paling ekstrem terhadap kedaulatan infrastruktur Iran.  

Melalui platform Truth Social, Sabtu (21/3/2026), Trump memberikan tenggat waktu (ultimatum) selama 48 jam bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

Sebagaimana jalur nadi energi dunia itu telah lumpuh sejak agresi 28 Februari lalu. 

Jika dalam waktu dua hari Iran tetap bersikeras memblokade jalur distribusi 20 juta barel minyak per hari tersebut, militer AS diperintahkan untuk melumpuhkan jaringan listrik di seluruh negeri. 

Donald Trump secara spesifik mengincar fasilitas pembangkit listrik utama sebagai target awal serangan udara. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved