Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kasus Ijazah Palsu

Pengacara Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar: Kalah Bermartabat dari Eggi dan DHL

Khozinudin secara gamblang membandingkan sikap Rismon dengan dua 'pendahulunya', yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kasus ijazah Jokowi.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Istimewa/ Kolase Tribun Jambi
POLEMIK IJAZAH PALSU - Kolase foto Jokowi, Roy Suryo, Rismon Sianipar, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Khozinudin secara gamblang membandingkan sikap Rismon dengan dua 'pendahulunya', yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kasus ijazah Jokowi. Kedua orang tersebut dinilainya jauh lebih menjaga harga diri meski menempuh jalur damai yang sama. 

Ringkasan Berita:Polemik Ijazah Jokowi
  • Khozinudin sebut martabat Rismon runtuh karena akui ijazah Jokowi asli.
  • Bandingkan dengan Eggi dan Damai yang tetap teguh meski dapat SP3.
  • Tuding Rismon jalankan "kerja rodi" dan safari politik demi bebas.
  • SP3 Eggi Sudjana cs cair kilat hanya sepekan sejak berkunjung ke Solo.
  • Ragu Rismon segera bebas karena masih disuruh berikan klarifikasi berulang.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Aroma perpecahan di barisan penuding ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, kian menyengat. 

Pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, melontarkan sindiran tajam terhadap ahli digital forensik Rismon Sianipar.

Sebagaimana diketahui, Rismon Sianipar kini berbalik arah mengakui keaslian ijazah Jokowi demi mendapatkan Restorative Justice (RJ).

Khozinudin secara gamblang membandingkan sikap Rismon dengan dua 'pendahulunya', yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kasus ijazah Jokowi.

Kedua orang tersebut dinilainya jauh lebih menjaga harga diri meski menempuh jalur damai yang sama.

Perbandingan "Martabat" dan Kecepatan SP3

Menurut Khozinudin, meski Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada 15 Januari 2026 lalu, keduanya tetap teguh pada pendiriannya. 

Mereka tidak pernah mengeluarkan pernyataan maaf secara terbuka apalagi mengakui keaslian ijazah Jokowi sebagai syarat bebas.

"Saya lihat ya Rismon ini berbeda dengan dua pendahulunya (Eggi dan Damai). Kalau dua pendahulunya masih punya martabat lah karena mereka tetap tidak mengakui (ijazah Jokowi asli)," cetus Khozinudin dalam wawancara di kanal YouTube metrotvnews, Kamis (19/3/2026).

Tudingan "Kerja Rodi" dan Intervensi Solo

Khozinudin menilai posisi Rismon saat ini sangat memprihatinkan karena seolah-olah harus menjalankan instruksi tertentu sebelum benar-benar bebas dari status tersangka.

Baca juga: Manuver VVIP Rismon Sianipar di Kasus Ijazah Jokowi Demi Selamatkan Diri

Baca juga: Pesan Lebaran 2026: MUI Ajak Umat Jaga Spirit Ramadan di 11 Bulan Mendatang

Ia menyebut Rismon seperti sedang "di-remote" dari Solo untuk melakukan serangkaian klarifikasi yang justru meruntuhkan kredibilitasnya sebagai peneliti.

"Kalau ini (Rismon) tidak punya martabat sekali yang di-remote dari Solo untuk menjalankan 'kerja rodi' sebelum mendapat SP3. Rismon harus disuruh keliling-keliling dulu, datang ke Wapres, minta maaf kemudian mendapatkan parsel yang bukan sebuah penghargaan tetapi penghinaan terhadap Rismon," tegasnya.

Kronologi yang Jauh Berbeda

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved