Israel vs Iran
AS Kirim 2.500 Marinir dan USS Tripoli Hadapi Hujan Drone Shahed Iran
Kapal perang amfibi USS Tripoli (LHA-7) yang sebelumnya berbasis di Jepang kini dilaporkan tengah membelah samudera menuju Timur Tengah.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
- AS kirim USS Tripoli dan 2.500 marinir tambahan ke Timur Tengah.
- Iran luncurkan ribuan drone Shahed-136 ke Israel dan pangkalan AS.
- Serangan drone dipicu seruan balas dendam Mojtaba Khamenei.
- Netanyahu klaim sukses hancurkan infrastruktur nuklir Iran.
- Erdogan ingatkan bahaya provokasi sektarian akibat perang tersebut.
TRIBUNJAMBI.COM - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase kritis akhir pekan ini.
Menanggapi seruan perang terbuka dari Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, Pentagon resmi mengerahkan bala bantuan tempur besar-besaran untuk memperkuat baris pertahanan aliansi Amerika Serikat-Israel.
Amerika Serikat tidak main-main dalam menanggapi ancaman Teheran.
Kapal perang amfibi USS Tripoli (LHA-7) yang sebelumnya berbasis di Jepang kini dilaporkan tengah membelah samudera menuju Timur Tengah.
Kapal ini membawa Unit Ekspedisi Marinir berkekuatan 2.500 personel yang siap diterjunkan dalam operasi amfibi maupun udara.
Langkah ini menyusul klaim kemenangan sepihak Presiden Donald Trump yang menyebut agresi terhadap Iran sebagai keberhasilan besar.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut mempertegas bahwa pihaknya tidak akan berhenti sebelum seluruh fasilitas nuklir dan peluncur rudal Iran rata dengan tanah.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membuktikan gertakannya.
Dalam video yang dirilis Press TV dini hari tadi, Iran meluncurkan gelombang baru drone tempur Shahed-136.
Baca juga: Berapa Biaya Bangun Bunker Anti Rudal? Dipesan 2 Menteri Trump Pasca Perang Iran-AS
Baca juga: Pemuda Kerinci Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Dibekuk di Tempat Persembunyian
Ribuan pesawat tak berawak tersebut dikerahkan untuk menyasar titik-titik vital di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut sebagai aksi balas dendam atas kematian Ali Khamenei.
Erdogan: Waspada Provokasi Sektarian
Di tengah "lingkaran api" yang kian meluas, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan memperingatkan warganya untuk tetap tenang namun waspada.
Ia mencium adanya upaya adu domba berbasis etnis dan sekte yang menunggangi serangan terhadap Iran.
“Prioritas utama kami adalah menjaga negara kami tetap jauh dari lingkaran api ini. Saya juga meminta kepada kalian semua untuk tetap sangat waspada terhadap provokasi bernuansa sektarian dan etnis yang sengaja dipicu seiring dengan serangan terhadap Iran,” tegas Erdogan melalui Viory, Jumat (13/3/2026).
Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei Dikabarkan Koma
Empat hari pasca-penunjukannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, sosok Mojtaba Khamenei kini diselimuti misteri medis yang mencekam.