Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Israel vs Iran

Ukraina Kirim Ahli Drone Bantu AS Hadapi Iran, Barter Teknologi Rudal PAC-3

Kyiv mengonfirmasi akan mengirimkan tim ahli pembasmi drone ke wilayah Teluk guna membantu Amerika Serikat dan sekutu membendung serangan Iran.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukrainan Volodymyr Zelenskyy 

Presiden AS mengeklaim militer Iran telah "lenyap" dan kehilangan 64 persen kemampuan rudal serta angkatan lautnya hanya dalam tiga hari operasi "Epic Fury".

Tragedi Minab

Dunia internasional mengecam tewasnya 180 siswi SD perempuan di Iran akibat serangan Israel yang menghancurkan gedung sekolah Shajareh Tayyebeh.

Dugaan Peran Rusia

Intelijen AS mencium adanya bantuan data target dari Rusia kepada Teheran untuk melancarkan serangan balasan presisi ke pangkalan AS di Bahrain dan UEA.

Ancaman Infrastruktur

Pakar memperingatkan Iran mulai menargetkan pabrik desalinasi air di negara tetangga, yang dapat melumpuhkan pasokan air bersih hingga 95 % di seluruh kawasan Teluk.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Russia dan Ukraine secara terbuka dimulai pada 24 Februari 2022. Pada hari itu, Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke berbagai kota di Ukraina

Serangan tersebut menandai peningkatan tajam dari ketegangan yang sebenarnya sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Akar konflik ini dapat ditelusuri sejak runtuhnya Soviet Union pada awal 1990-an. Setelah merdeka, Ukraina secara bertahap memperkuat hubungan dengan negara-negara Barat, termasuk European Union dan United States. 

Kedekatan tersebut dipandang oleh Rusia sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan bekas wilayah Uni Soviet.

Ketegangan semakin meningkat pada 2014 setelah gelombang demonstrasi besar terjadi di ibu kota Kyiv, yang dikenal sebagai Revolution of Dignity atau Revolusi Maidan. 

Perubahan pemerintahan Ukraina yang lebih condong ke Barat memicu reaksi keras dari Rusia. Tidak lama kemudian, Rusia mencaplok wilayah Crimea, yang sebelumnya merupakan bagian dari Ukraina.

Pada saat yang sama, konflik bersenjata juga pecah di kawasan Donbas, di Ukraina timur. Pasukan pemerintah Ukraina terlibat pertempuran dengan kelompok separatis yang mendapat dukungan dari Rusia. 

Sejumlah upaya diplomatik sempat dilakukan untuk meredakan situasi, namun ketegangan tidak pernah benar-benar berakhir.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved