Israel vs Iran
Ukraina Kirim Ahli Drone Bantu AS Hadapi Iran, Barter Teknologi Rudal PAC-3
Kyiv mengonfirmasi akan mengirimkan tim ahli pembasmi drone ke wilayah Teluk guna membantu Amerika Serikat dan sekutu membendung serangan Iran.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
- Ahli drone Ukraina ke Timur Tengah minggu depan bantu AS & Teluk.
- Misi ini barter keahlian lawan Shahed demi rudal PAC-3.
- Zelenskyy khawatir perang Timur Tengah ganggu pasokan senjata Kyiv.
- Ukraina terima permintaan langsung dari AS untuk kirim teknisi.
- Iran intensifkan serangan drone ke pangkalan AS di Bahrain & Israel.
TRIBUNJAMBI.COM – Memasuki hari ke-1475 perang melawan Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengambil langkah diplomatik berani dengan melibatkan diri dalam pusaran konflik Timur Tengah.
Kyiv mengonfirmasi akan mengirimkan tim ahli pembasmi drone ke wilayah Teluk "minggu depan" guna membantu Amerika Serikat dan sekutu regionalnya membendung gelombang serangan udara Iran.
Keputusan Zelenskyy ini bukan tanpa alasan.
Ukraina saat ini tengah menghadapi kelangkaan kritis amunisi pertahanan udara PAC-3 buatan Amerika Serikat yang sangat mahal.
Dengan mengirimkan personel yang berpengalaman menjatuhkan drone Shahed milik Rusia, Zelenskyy berharap mendapatkan imbalan pasokan rudal pertahanan udara yang lebih stabil dari Washington.
Zelenskyy mengonfirmasi bahwa permintaan bantuan ini datang langsung dari Gedung Putih dan mitra-mitra di Timur Tengah yang kewalahan menghadapi teknologi drone Iran pasca-kematian Ali Khamenei.
"Saya pikir minggu depan, ketika para ahli berada di lokasi, mereka akan melihat situasinya dan membantu. Kami siap membantu, dan berharap bahwa rakyat kami juga akan menerima dukungan yang diperlukan," ujar Zelenskyy, Minggu (8/3/2026).
Keahlian Tempur Shahed Jadi Daya Tawar
Ukraina memiliki rekam jejak paling signifikan di dunia dalam melumpuhkan drone Shahed—jenis yang kini digunakan Iran secara masif untuk menyerang pangkalan militer AS di Arab Saudi, Qatar, Israel, dan Bahrain.
Kemitraan ini berpotensi membuka jalan bagi kerja sama pertahanan baru antara Ukraina dengan negara-negara kaya minyak di Teluk.
Rangkuman Peristiwa Sebelumnya: Eskalasi Timur Tengah
Pewaris Garis Keras
Majelis Pakar Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara 28 Februari.
Baca juga: Anak Khamenei Pimpin Iran, Bakal Balas AS-Israel Atas Kematian Sang Ayah
Baca juga: Oknum TNI Bobol 8 Minimarket Pakai Bambu, Pernah Dipenjara Kasus Serupa
Mojtaba bersumpah membalas kematian ayahnya serta istri dan anaknya yang turut jadi korban.
Klaim Donald Trump
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260309-Presiden-AS-Donald-Trump-dan-Presiden-Ukrainan-Volodymyr-Zelenskyy.jpg)