Minggu, 17 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Malam Ini Gerhana Bulan Total, Ini Jadwal Salat Gerhana dari PBNU

Malam ini, Selasa (3/3/2026) akan ada fenomena gerhana bulan total atau yang dikenal sebagai blood moon.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com
Ilustrasi gerhana bulan. Malam ini, Selasa (3/3/2026) akan ada fenomena gerhana bulan total atau yang dikenal sebagai blood moon. 

TRIBUNJAMBI.COM - Malam ini, Selasa (3/3/2026) akan ada fenomena gerhana bulan total atau yang dikenal sebagai blood moon.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah merilis jadwal fase gerhana bulan total malam ini.

Untuk diketahui, gerhana bulan total disebut blood moon karena saat fase totalitas, Bulan akan tampak berwarna merah gelap.

Warna tersebut muncul ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi (umbra) dan hanya menerima cahaya merah hasil pembiasan atmosfer Bumi.

Berikut fase gerhana bulan total:

- 17.45 WIB: Bulan terbit di ufuk timur dalam kondisi sudah memasuki gerhana sebagian.

- 18.04 WIB: Mulai gerhana total, piringan Bulan berubah merah seluruhnya.

- 18.34 WIB: Puncak gerhana, warna merah tampak paling pekat dan gelap.

- 19.02 WIB: Akhir gerhana total, warna merah mulai memudar dan kembali ke fase sebagian.

- 20.17 WIB: Gerhana kasat mata berakhir.

Baca juga: Kapolres Bungo Disanksi Demosi dan Dimutasi ke Polda Jambi, Apa Kasusnya?

Baca juga: Beredar Isu Gaji ASN Jambi Terlambat, Imbas Bank Jambi Gangguan

Secara keseluruhan, gerhana berlangsung selama 3 jam 27 menit. Durasi totalitas atau fase Bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi berkisar antara 16 menit di wilayah paling barat Indonesia hingga 58 menit di wilayah paling timur.

Wilayah Kepulauan Maluku dan Papua menjadi daerah yang dapat menyaksikan seluruh fase gerhana secara lengkap, karena posisi Bulan sudah terbit saat gerhana berlangsung.

BMKG menjelaskan fenomena blood moon terjadi saat gerhana bulan total, yaitu ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.

Cahaya Matahari yang seharusnya langsung menerangi Bulan terhalang oleh Bumi.

Namun, sebagian cahaya merah dengan panjang gelombang lebih besar tetap diteruskan melalui atmosfer Bumi dan membiaskan ke arah Bulan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved