Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Menkeu Purbaya Didesak DPR Siapkan Skenario Fiskal Darurat Pasca Timur Tengah Memanas

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, turut merespons meningkatnya eskalasi serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
Humas LPS
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa 

TRIBUNJAMBI.COM – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, turut merespons meningkatnya eskalasi serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut Mukhamad Misbakhu, Indonesia sebagai negara non-blok yang memiliki ketergantungan besar terhadap impor energi perlu segera menyiapkan langkah kebijakan konkret guna meredam potensi tekanan terhadap ekonomi nasional.

Ia menilai konflik di Timur Tengah yang melibatkan negara-negara kunci dalam rantai pasok energi global berisiko memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Dampaknya, kata dia, bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama di momentum Ramadan yang identik dengan kenaikan konsumsi.

“Momentum Ramadan selalu identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Jika pada saat yang sama harga energi global melonjak dan nilai tukar berfluktuasi, maka tekanan terhadap inflasi domestik akan semakin terasa. Jadi pemerintah harus bergerak cepat dengan skenario fiskal yang jelas dan langkah stabilisasi yang konkret,” ujar Misbakhun, Senin (2/3/2026).

Skenario Fiskal Darurat

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu mendorong Kementerian Keuangan segera menyiapkan skenario fiskal darurat yang realistis. Ia secara khusus menyinggung peran Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk mengantisipasi kemungkinan harga minyak dunia bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu lama.

Baca juga: Viral Penampakan Menu MBG di SMPN 7 Kota Jambi Dikritik Orang Tua Siswa: Ini Miris

Baca juga: Pangeran Mahkota Arab Saudi Diduga Ikut Hasut Donald Trump Serang Iran

Penguatan cadangan fiskal serta penajaman prioritas belanja negara dinilai penting agar ruang APBN tetap terjaga tanpa mengorbankan program perlindungan sosial.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta likuiditas pasar keuangan.

“Stabilitas rupiah dan kecukupan likuiditas perbankan tidak boleh terganggu. Dunia usaha memerlukan kepastian, sementara masyarakat membutuhkan rasa aman. Karena itu, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras untuk menenangkan gejolak pasar,” tegasnya.

Lindungi Daya Beli

Selain aspek makroekonomi, Misbakhun juga meminta pemerintah memastikan pasokan energi dan distribusi logistik dalam negeri tetap aman.

Jika harga minyak global melonjak tajam, pemerintah dinilai perlu menyiapkan bantalan kebijakan agar harga BBM domestik tidak langsung memicu efek domino terhadap harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya.

“Yang harus kita lindungi adalah daya beli masyarakat. Jangan sampai mereka menghadapi kenaikan harga berlapis di saat sedang menjalankan ibadah Ramadan dan bersiap menyambut Idul Fitri,” tandasnya.

Jamaah Umrah Diimbau Tunda Keberangkatan

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, pemerintah juga mengeluarkan imbauan kepada calon jamaah umrah agar mempertimbangkan penundaan keberangkatan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved