Berita Viral
Wamendikti Stella Christie Sentil Kasus Alumni LPDP: Gagalnya Pendidikan Moral
Pandangan kritis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie terkait polemik yang melibatkan penerima beasiswa
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Pandangan kritis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie terkait polemik yang melibatkan penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Nama Tyas menjadi sorotan publik setelah unggahan di media sosialnya memperlihatkan anaknya yang telah memperoleh kewarganegaraan Inggris, disertai pernyataan yang dinilai merendahkan status kewarganegaraan Indonesia.
Alumni S-2 dari Delft University of Technology tersebut diketahui merupakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2017.
Ucapan Tyas yang menyebut dirinya cukup menjadi satu-satunya warga negara Indonesia dalam keluarga, sementara anak-anaknya diupayakan memiliki paspor asing, memicu kontroversi luas di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Stella Christie menilai peristiwa tersebut mencerminkan adanya kelemahan dalam pembentukan karakter sejak usia dini.
“Menurut saya ini adalah suatu kegagalan pendidikan moral sejak dini,” ujar Stella saat tampil dalam program HOTROOM di Metro TV, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: Kejanggalan Hotman Paris Soal Tuntutan Hukuman Mati ABK yang Baru Tiga Hari Kerja
Baca juga: Ketakutan Menkeu Purbaya Usai Anaknya Banjir Gift TikTok, KPK Buka Suara
Aspek identitas kebangsaan dinilai belum tertanam dengan baik, sehingga menimbulkan sikap yang kurang mencerminkan kecintaan terhadap tanah air.
Rasa nasionalisme dan patriotisme, menurut Stella, menjadi elemen penting dalam membangun kesadaran sebagai warga negara Indonesia.
Lulusan Harvard University itu juga menilai permasalahan semacam ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperketat regulasi beasiswa LPDP.
Penanaman nilai kebangsaan sejak dini dianggap sebagai langkah yang lebih efektif untuk mencegah munculnya sikap serupa di masa depan.
Penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kepada anak-anak yang tinggal di luar negeri, disebut sebagai salah satu cara sederhana untuk menumbuhkan kebanggaan nasional.
“Berikan kebanggaan bahwa berbicara bahasa Indonesia itu adalah suatu kebanggaan,” katanya.
Stella turut mengingatkan pentingnya penyaluran beasiswa negara yang tepat sasaran kepada mereka yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membutuhkan secara ekonomi.
Selama ini, ia menilai LPDP belum sepenuhnya mempertimbangkan latar belakang ekonomi keluarga dalam proses seleksi penerima beasiswa.
Kondisi tersebut dinilai perlu diperbaiki agar bantuan pendidikan benar-benar menyasar individu yang memiliki keterbatasan finansial.
| Remaja 17 Tahun Nyaris Lompat dari Jembatan, Dimarahi karena Bawa Pacar ke Rumah |
|
|---|
| Ultimatum Keras Noel Ebenezer ke KPK, Siap Ungkap Dugaan Praktik Tak Etis |
|
|---|
| Sudah Cair Bansos PKH dan Sembako Triwulan II Bulan April 2026, Cek via NIK untuk Melihatnya |
|
|---|
| Lowongan Kerja BPJS Kesehatan Periode April 2026, Ini Kualifikasi dan Cara Daftarnya di BUMN |
|
|---|
| Sosok Muhammad Qodari, Eks KSP Resmi Jabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Stella-Christie-dan-Tyas.jpg)