Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

IDF Rilis Data Tentara Kewarganegaraan Ganda: Amerika Terbanyak, Ada Warga Indonesia

Informasi ini mencuat setelah akun pengamat militer Warfare Analysis (@warfareanalysis) mengunggah dokumen berbahasa Ibrani pada Minggu (15/2/2026).

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Pasukan IDF 
Ringkasan Berita:Warga Indonesia Gabung IDF
  •  Data IDF ungkap 50.632 tentaranya miliki kewarganegaraan ganda.
  • Nama Indonesia muncul dalam daftar bersama Turki, Irak, hingga Iran.
  • AS jadi penyumbang terbesar dengan total 12.135 personel asing.
  • Prancis dan Rusia menyusul sebagai negara asal ribuan tentara IDF.
  • Status aktif atau cadangan para tentara asing ini belum dikonfirmasi.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah laporan mengejutkan mengenai komposisi personel militer Israel (IDF) mendadak viral di jagat maya.

Pasukan darat Israel dilaporkan merilis data resmi terkait tentara mereka yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Namun yang memicu perbincangan panas, warga Indonesia diklaim masuk dalam daftar negara asal para tentara tersebut.

Informasi ini mencuat setelah akun pengamat militer Warfare Analysis (@warfareanalysis) mengunggah dokumen berbahasa Ibrani pada Minggu (15/2/2026).

Dalam daftar tersebut, Indonesia bersanding dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya seperti Mesir, Maroko, Tunisia, Turki, hingga Irak dan Iran.

Dominasi Paspor Barat dan Amerika Serikat

Secara keseluruhan, data tersebut mengungkap fakta mencengangkan bahwa terdapat 50.632 tentara IDF yang memegang kewarganegaraan asing.

Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar dengan 12.135 tentara, disusul oleh Prancis sebanyak 6.127 tentara, dan Rusia yang mencapai lebih dari 5.000 orang.

Baca juga: Sisi Gelap Bonus Rp837 Juta Tentara Bayaran Rusia: Gaji Selangit Berujung di Garis Depan Ukraina

Baca juga: Daftar Aksi Pencurian Kabel Listrik di Jambi Sepanjang 2026: Buat Warga Kasang Gelap Gulita

Baca juga: Abraham Samad Sebut Ada yang Ingin Cuci Tangan Atas Pelemahan KPK, Jokowi atau DPR?

Negara-negara seperti Inggris, Rumania, Polandia, hingga Kanada juga tercatat memiliki warga negara yang aktif mengenakan seragam militer Israel.

Namun, kehadiran nama-negara dari kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah dalam daftar tersebut memicu tanda tanya besar mengenai latar belakang para personel ini.

Status Pasukan Masih Misterius

Hingga kini, pihak militer Israel belum memberikan penjelasan terperinci mengenai status para pemegang paspor ganda ini.

Tidak ada konfirmasi resmi apakah daftar tersebut mencakup pasukan reguler yang sedang aktif, pasukan cadangan (reservis), atau gabungan keduanya.

Fenomena tentara dengan kewarganegaraan ganda ini menjadi isu sensitif, terutama bagi negara-negara yang secara diplomatik tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel atau yang melarang warga negaranya terlibat dalam militer asing tanpa izin khusus.

Anggota Brimob Jadi Tentara Bayaran

Kabar mengejutkan datang dari korps Korps Brimob Polda Aceh.

Seorang anggotanya yang berpangkat Bripda, Muhammad Rio, dilaporkan telah menyeberang ke mancanegara untuk bergabung menjadi tentara bayaran untuk membantu Rusia

Rio dikabarkan telah berada di Donbass, sebuah wilayah garis depan yang menjadi titik panas konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina.

Fenomena keterlibatan warga negara Indonesia dalam konflik tersebut bukanlah hal baru.

Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan kabar eks prajurit TNI AL yang juga terdeteksi menjadi tentara bayaran di palagan yang sama.

Kini, munculnya nama Bripda Rio menambah daftar panjang personel keamanan Indonesia yang terlibat dalam perang di Eropa Timur tersebut.

Menanggapi isu yang berkembang, Polda Aceh akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menegaskan Bripda Rio saat ini berstatus sebagai anggota desersi atau telah meninggalkan tugas tanpa izin resmi dari kedinasan.

Baca juga: Bukan Ekonomi, Korps Marinir Sebut Satria Arta jadi Tentara Bayaran karena Utang Judol

Baca juga: Uji Beban Maret 2026, Jembatan Musi V Jadi Kunci Mudik Lancar Jambi-Palembang Tanpa Macet

Kombes Joko mengungkapkan bahwa sebelum menghilang dan dikabarkan berada di Rusia, Bripda Rio tengah menjalani masa sanksi akibat pelanggaran kode etik profesi Polri terkait dugaan perselingkuhan hingga pernikahan siri.

"Kasus tersebut telah mendapatkan putusan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP. Salah satu isi putusannya adalah sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun," jelas Kombes Joko Krisdiyanto dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1/2026).

Bripda Rio diketahui meninggalkan kewajibannya saat ditempatkan di Yanma Brimob sebagai bagian dari masa hukuman demosinya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus memantau perkembangan informasi mengenai keberadaan pasti personelnya tersebut di wilayah konflik Donbass.

  • Sejak 8 Desember 2025, Bripda Rio tidak masuk kantor untuk melaksanakan dinas tanpa keterangan yang jelas.
  • 24 Desember Provos melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali kepada yang bersangkutan
  • 7 Januari 2026, Bripda Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma serta PS Kasubbagrenmin.
  • 9 Januari 2026, Bidang Propam Polda Aceh melaksanakan Sidang kedua KKEP secara in absentia

Korps Marinir Sebut Satria Arta jadi Tentara Bayaran karena Utang Judol

Keputusan mantan prajurit marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, untuk menjadi tentara bayaran Rusia ternyata bukan karena alasan ekonomi sebagaimana yang ia klaim.

Fakta yang terungkap menunjukkan bahwa keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh jeratan utang akibat judi online (judol).

Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi, menjelaskan bahwa Satria memutuskan keluar dari dinas militer lantaran terbelit utang besar.

Menurut Endi, jumlah utang yang ditanggung Satria mencapai sekitar Rp750 juta dan tersebar di sejumlah bank.

Dikatakannya, "Angkanya (utang Satria) kurang lebih di Rp750 juta, mungkin untuk menutup itu dia judi online, ternyata judi online ini kan tidak membantu, bahkan akan lebih terjerumus ke dalamnya, sehingga tidak bisa mengatasi itu dia," ujar Endi di Markas Komando Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025), dikutip dari Kompas.com.

Korps Marinir sempat tiga kali memanggil Satria pada tahun 2022, bahkan mendatangi kediamannya, namun Satria tidak memenuhi panggilan.

Akibat mangkir dari panggilan dan meninggalkan tugas tanpa izin, ia kemudian dinyatakan desersi dan diberhentikan secara tidak hormat dari dinas militer pada 2023.

Saat diberhentikan, pangkat terakhirnya adalah Sersan Satu (Sertu).

Berbeda dari penjelasan TNI, Satria dalam sebuah video TikTok yang diunggah akun @zstorm689 pada Minggu (20/7/2025), menyatakan bahwa keputusannya menjadi tentara bayaran semata-mata untuk mencari penghidupan, bukan sebagai bentuk pengkhianatan.

Dalam video tersebut, ia mengatakan, “Saya tidak pernah mengkhianati negara sama sekali, karena saya niatkan datang ke sini hanya untuk mencari nafkah. Wakafa billahi, dan cukuplah Allah menjadi saksi.”

Kini, Satria menyampaikan keinginannya untuk kembali ke Indonesia dan berharap status kewarganegaraannya bisa dikembalikan. Namun, permintaan itu tidak mudah diwujudkan.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Abraham Samad Sebut Ada yang Ingin Cuci Tangan Atas Pelemahan KPK, Jokowi atau DPR?

Baca juga: 27 WNI di Kamboja Dijadwalkan Pulang ke Tanah Air Hari Ini, Andri Menunggu Kepastian

Baca juga: Top 7 Jambi Hari Ini, Atap Pasar Angso Duo Bocor Drainase Mampat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved