Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Nasional

Ferdinand Hutahaean Sentil Termul Soal Utang Kereta Whoosh Bebankan APBN

Ferdinand menyoroti kabar keterlibatan APBN yang kini disebut-sebut menjadi tumpuan untuk melunasi utang Kereta Cepat Whoosh warisan Jokowi.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Ferdinand Hutahaean dan Jokowi saat jabat Presiden resmikan Kereta Cepat Whoosh 

Ringkasan Berita:Utang Kereta Cepat
  • Ferdinand Hutahaean kritik keras penggunaan APBN untuk bayar utang Kereta Cepat Whoosh.
  • Ia menagih janji tokoh pendukung Jokowi yang sebut proyek ini murni skema B2B.
  • Ferdinand menyebut APBN jadi korban akibat inkonsistensi pernyataan pemerintah.
  • Penarikan dana negara dinilai menambah beban ekonomi rakyat yang sedang sulit.
  • Kritikus meminta pertanggungjawaban moral dari kelompok pendukung proyek tersebut.

TRIBUNJAMBI.COM - Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, kembali memantik kontroversi melalui kritik pedasnya terkait skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh.

Ferdinand menyoroti kabar keterlibatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kini disebut-sebut menjadi tumpuan untuk melunasi kewajiban tersebut.

Ferdinand secara spesifik menyasar kelompok yang ia sebut sebagai Ternak Mulyono atau Termul, sebutan bagi para pendukung setia Jokowi.

Ia mengingatkan kembali janji-janji manis di masa lalu yang menyatakan bahwa proyek prestisius ini murni menggunakan skema business to business (B2B) tanpa menyentuh uang rakyat.

Menagih Janji Tanpa APBN

Melalui unggahan di media sosialnya, Ferdinand mempertanyakan inkonsistensi pernyataan para tokoh pendukung pemerintah yang sebelumnya menjamin keamanan keuangan negara dalam proyek ini.

"Woi Termul, itu bagaimana ceritanya utang kereta cepat malah dibayar pakai APBN. Padahal kemarin-kemarin mulutnya Bestari Barus, Andi Azwan, Sidamanik dan semua Termul-termul bicara, wah itu murni business to business. Bahkan, Jokowi juga berkata berulang kali business to business. Makanya sekarang APBN yang menjadi korban," tegas Ferdinand, dikutip dari Instagram pribadinya, Sabtu (14/2/2026).

Beban Baru di Pundak Rakyat

Ia sangat menyayangkan jika pada akhirnya anggaran negara harus terseret untuk menutup lubang utang proyek tersebut.

Baginya, pelibatan APBN berarti menambah beban hidup masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit.

Baca juga:  Presiden Prabowo Tegaskan akan Pikul Penuh Tanggung Jawab Proyek Kereta Cepat Warisan Jokowi

Baca juga: Rismon Sianipar Tak Gentar Dipolisikan Pendukung Jokowi Terkait Ijazah S2-S3 Palsu

Baca juga: Peringatan Eks Napiter ke Pemerintah Soal Wacana Penanganan Terorisme Oleh Militer

"Kembali bahu rakyat yang lagi terbebani ini, pundak rakyat yang sedang terbebani harus bertambah bebannya membayar utang kereta cepat. Waduh kapan kalian termul-termul itu menceburkan diri ke comberan biar mandinya bersih dan pikirannya itu bersih," pungkas Ferdinand dengan nada satir.

Kritik ini menambah panjang daftar perdebatan mengenai keberlanjutan pembiayaan infrastruktur besar yang semula dijanjikan tidak akan membebani kas negara, namun pada realitasnya justru membutuhkan intervensi pemerintah.

Menkeu Purbaya Belum Pastikan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum dapat memastikan terkait kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk utang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Purbaya menyatakan belum mengetahui secara perinci terkait kemungkinan tersebut dan akan membahasnya lebih lanjut.

"Saya belum tanya masalah itu, belum (dengan APBN) seingat saya masih 50:50 tapi saya akan diskusi," katanya dalam Ekonomic Outlook di Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026) seperti dikutip Kompas.com. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved