Makan Bergizi Gratis
Prabowo Mengaku Dicemooh Profesor dan Dituduh Macam-macam soal MBG
Presiden Prabowo mengungkap dirinya sempat menjadi sasaran cemoohan kaum intelektual saat pertama kali menggulirkan program MBG.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Curhatan Presiden Prabowo Soal MBG
- Prabowo resmikan 1.072 Satuan Pelayanan Gizi Polri dan 18 gudang pangan.
- Presiden curhat diejek profesor terkenal saat awal luncurkan program MBG.
- Kritikus ramalkan MBG gagal dan hanya hamburkan anggaran negara.
- Prabowo sebut serangan tersebut ungkapan dendam yang sakiti rakyat miskin.
- Tegaskan pemerintah tetap jalan karena yakin MBG adalah solusi bagi rakyat.
TRIBUNJAMBI.COM - Di tengah peresmian infrastruktur vital pendukung ketahanan pangan, Presiden RI, Prabowo Subianto meluapkan isi hatinya terkait badai kritik yang menerjang program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bertempat di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026) pagi, Presiden Prabowo mengungkap bahwa dirinya sempat menjadi sasaran cemoohan kaum intelektual saat pertama kali menggulirkan program MBG tersebut.
Momentum peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polri dan 18 gudang ketahanan pangan ini dimanfaatkan Prabowo Subianto untuk merefleksikan hambatan awal pemerintahannya.
Ia mengaku heran mengapa niat membantu rakyat kecil justru disambut dengan serangan personal dan prediksi kegagalan.
"Waktu saya melancarkan program ini saya diejek. Saya dijelek-jelekin. Saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti," curhat Prabowo di hadapan jajaran Polri dan tamu undangan.
Cemoohan dari Kalangan Profesor
Prabowo secara spesifik menyinggung keterlibatan tokoh-tokoh terdidik dalam upaya mendelegitimasi program MBG.
Ia menyayangkan para akademisi yang seharusnya objektif justru terjebak dalam sentimen negatif.
Baca juga: Maulana Instruksikan Pendataan Ibu Hamil dan Menyusui untuk Penerima MBG di Kota Jambi
Baca juga: 2 Remaja Terekam CCTV Curi Kabel Listrik di Depan Gereja Katolik ST Teresia Jambi
Baca juga: Ada 40 Lapak Gratis di Pasar Beduk dan Bazar UMKM di Sabak Tanjabtim, Cek Lokasi Daftarnya
"Profesor-profesor terkenal mengejek saya dan meramalkan program ini pasti gagal dan menghambur-hamburkan uang," tegasnya.
Presiden menilai serangan tersebut bukan sekadar kritik kebijakan, melainkan bentuk dendam politik yang salah sasaran.
Baginya, menyerang program yang sangat dibutuhkan masyarakat prasejahtera adalah tindakan yang menyedihkan.
"Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin biasa. Tapi sesuatu yang menyerang yang sangat diperlukan orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh menyedihkan bagi saya," tambah Prabowo.
Meskipun dihujani kritik dari kalangan atas, Prabowo menegaskan tidak akan goyah.
Peresmian seribu lebih unit layanan dapur umum di lingkungan Polri hari ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus bergerak maju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260213-Presiden-Prabowo-Subianto-tinjau-SPPG-MBG-Polri.jpg)