Guru SMK di Tanjabtim Dikeroyok
Agus Saputra Ungkap Guru Lain Kerap Dapat Perlakuan Buruk dari Murid, Tapi Sekolah Bungkam
Agus mengungkapkan perlakuan buruk dari oknum siswa sebenarnya tidak hanya menyasar dirinya, melainkan juga dirasakan oleh rekan sejawatnya.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Kasus Pengeroyokan Guru di Jambi
- Agus Saputra ungkap guru lain sebenarnya juga jadi korban perundungan oknum siswa.
- Pihak sekolah dituding sengaja bungkam karena alasan keamanan dan faktor geografis.
- Agus melaporkan jajaran manajemen sekolah ke Polda Jambi karena membiarkan kekerasan.
- Korban mengaku dikucilkan karena dianggap terlalu kritis dalam mendidik karakter murid.
- Laporan hukum ditempuh karena jalur musyawarah dinilai tidak transparan dan adil.
TRIBUNJAMBI.COM - Fakta mengejutkan mulai terkuak di balik kasus pengeroyokan yang menimpa Agus Saputra, seorang guru di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Agus mengungkapkan perlakuan buruk dari oknum siswa sebenarnya tidak hanya menyasar dirinya, melainkan juga dirasakan oleh rekan sejawatnya.
Namun, sayangnya pihak sekolah diduga kuat memilih untuk menutup mata dan membungkam fakta tersebut.
Kekecewaan ini mendorong Agus Saputra untuk mengambil langkah hukum yang lebih luas.
Ia tidak hanya melaporkan para siswa pelaku pengeroyokan ke Polda Jambi.
Tetapi juga menyeret Kepala Sekolah, Wakil Kurikulum, hingga sejumlah guru tertentu yang dianggapnya membiarkan kekerasan terus terjadi.
Budaya "Bungkam" demi Keamanan
Agus Saputra menilai, bungkamnya manajemen sekolah dipicu oleh faktor geografis dan posisi para guru yang tinggal di lingkungan sekitar.
Baca juga: Tak Hanya Murid Pelaku Pengeroyokan, Agus Ternyata Juga Laporkan Kepsek Hingga Guru ke Polda Jambi
Baca juga: Sekjen TPUA Tegaskan Habib Rizieq Tak Pernah Ikut Campur di Kasus Ijazah Jokowi, Tapi Beri Dukungan
Baca juga: Wali Kota Madiun Minta Didoakan Usai Kena OTT, 9 Orang Diboyong ke Jakarta, KPK Sita Ratusan Juta
Hal ini menciptakan budaya ketakutan yang membuat mereka enggan bersuara meskipun melihat adanya ketidakadilan.
"Mereka mungkin menjaga keamanan atau sebagaimana bentuk dari segala sesuatu yang mereka anggap aman. Mereka menjaga mulut dan telinga mereka agar tidak terlalu seperti saya."
"Saya satu-satunya orang yang di sana terlalu vokal, mungkin dianggap terlalu kritis membentuk karakter mereka menjadi lebih baik," ujar Agus dengan pedih.
Kritik Terhadap Manipulasi Informasi
Agus Saputra juga menyoroti adanya upaya pengecilan masalah, seolah-olah hanya dia yang menjadi korban tunggal atas kenakalan siswa di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan ada perbedaan antara fakta di lapangan dengan apa yang pernah disampaikan saat pemeriksaan di tingkat lokal.
Agus Saputra
guru
SMK
Tanjung Jabung Timur
perlakuan
murid
siswa
Provinsi Jambi
Sekolah
viral
Polda Jambi
Tribunjambi.com
| Siswi Menangis, Guru SMKN 3 Tanjabtim Ungkap Rangkaian Hal Pemicu Pengeroyokan Guru Agus |
|
|---|
| Guru Agus Istirahat Sementara, Akan Ada Tes dan Evaluasi Guru-Siswa SMKN 3 Tanjabtim |
|
|---|
| Tak Hanya Murid Pelaku Pengeroyokan, Agus Ternyata Juga Laporkan Kepsek Hingga Guru ke Polda Jambi |
|
|---|
| Breaking News Saling Lapor, Kini Siswa SMKN 3 Tanjab Timur Laporkan Guru Agus ke Polda Jambi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260120-Agus-Saputra-guru-di-Jambi-alami-pengeroyokan-oleh-siswanya.jpg)