Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Guru SMK di Tanjabtim Dikeroyok

Agus Saputra Ungkap Guru Lain Kerap Dapat Perlakuan Buruk dari Murid, Tapi Sekolah Bungkam

Agus mengungkapkan perlakuan buruk dari oknum siswa sebenarnya tidak hanya menyasar dirinya, melainkan juga dirasakan oleh rekan sejawatnya.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Istimewa/ Kolase Tribun Jambi
Agus Saputra, guru di Jambi alami pengeroyokan oleh siswanya. Dia mengungkapkan jika tak hanya dirinya yang kerap mendapati perlakuan buruk dari para muridnya, namun sekolah bungkam. 

Ringkasan Berita:Kasus Pengeroyokan Guru di Jambi
  • Agus Saputra ungkap guru lain sebenarnya juga jadi korban perundungan oknum siswa.
  • Pihak sekolah dituding sengaja bungkam karena alasan keamanan dan faktor geografis.
  • Agus melaporkan jajaran manajemen sekolah ke Polda Jambi karena membiarkan kekerasan.
  • Korban mengaku dikucilkan karena dianggap terlalu kritis dalam mendidik karakter murid.
  • Laporan hukum ditempuh karena jalur musyawarah dinilai tidak transparan dan adil.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Fakta mengejutkan mulai terkuak di balik kasus pengeroyokan yang menimpa Agus Saputra, seorang guru di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

Agus mengungkapkan perlakuan buruk dari oknum siswa sebenarnya tidak hanya menyasar dirinya, melainkan juga dirasakan oleh rekan sejawatnya. 

Namun, sayangnya pihak sekolah diduga kuat memilih untuk menutup mata dan membungkam fakta tersebut.

Kekecewaan ini mendorong Agus Saputra untuk mengambil langkah hukum yang lebih luas. 

Ia tidak hanya melaporkan para siswa pelaku pengeroyokan ke Polda Jambi.

Tetapi juga menyeret Kepala Sekolah, Wakil Kurikulum, hingga sejumlah guru tertentu yang dianggapnya membiarkan kekerasan terus terjadi.

Budaya "Bungkam" demi Keamanan 

Agus Saputra menilai, bungkamnya manajemen sekolah dipicu oleh faktor geografis dan posisi para guru yang tinggal di lingkungan sekitar. 

Baca juga: Tak Hanya Murid Pelaku Pengeroyokan, Agus Ternyata Juga Laporkan Kepsek Hingga Guru ke Polda Jambi

Baca juga: Sekjen TPUA Tegaskan Habib Rizieq Tak Pernah Ikut Campur di Kasus Ijazah Jokowi, Tapi Beri Dukungan

Baca juga: Wali Kota Madiun Minta Didoakan Usai Kena OTT, 9 Orang Diboyong ke Jakarta, KPK Sita Ratusan Juta

Hal ini menciptakan budaya ketakutan yang membuat mereka enggan bersuara meskipun melihat adanya ketidakadilan.

"Mereka mungkin menjaga keamanan atau sebagaimana bentuk dari segala sesuatu yang mereka anggap aman. Mereka menjaga mulut dan telinga mereka agar tidak terlalu seperti saya."

"Saya satu-satunya orang yang di sana terlalu vokal, mungkin dianggap terlalu kritis membentuk karakter mereka menjadi lebih baik," ujar Agus dengan pedih.

Kritik Terhadap Manipulasi Informasi 

Agus Saputra juga menyoroti adanya upaya pengecilan masalah, seolah-olah hanya dia yang menjadi korban tunggal atas kenakalan siswa di wilayah tersebut. 

Ia menyebutkan ada perbedaan antara fakta di lapangan dengan apa yang pernah disampaikan saat pemeriksaan di tingkat lokal.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved