Sabtu, 18 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Khazanah Islami

Sejarah Isra Miraj dan Keutamaannya Bagi Umat Muslim

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Freepik
Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. 

TRIBUNJAMBI.COM -Umat Muslim di berbagai belahan dunia bersiap memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Isra Mikraj merupakan rangkaian perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terbagi dalam dua fase, yakni Isra dan Mikraj.

Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem dalam satu malam.

Sementara Mikraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha menembus langit hingga langit ketujuh dan berlanjut ke Sidratul Muntaha.

Sidratul Muntaha menjadi titik akhir perjalanan Mikraj sekaligus tempat Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT.

Perintah yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa tersebut adalah kewajiban melaksanakan salat lima waktu sehari semalam bagi umat Islam.

Peristiwa Isra Mikraj diriwayatkan dalam berbagai hadis sahih, salah satunya melalui sahabat Anas bin Malik ra.

Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau didatangkan seekor Buraq, hewan putih yang lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari bagal, dengan langkah sejauh pandangan mata.

Rasulullah SAW kemudian menunggangi Buraq hingga tiba di Baitul Maqdis dan mengikatnya di tempat para nabi biasa menambatkan tunggangan mereka.

Setelah memasuki Masjidil Aqsha, Rasulullah SAW melaksanakan salat dua rakaat sebelum kembali keluar.

Malaikat Jibril kemudian datang membawa dua bejana, satu berisi khamar dan satu lagi berisi air susu, dan Rasulullah SAW memilih air susu.

Jibril lalu berkata, “Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah.”

Perjalanan Mikraj dimulai ketika Jibril membawa Rasulullah SAW naik ke langit pertama setelah meminta izin untuk dibukakan pintu langit.

Di langit pertama, Rasulullah SAW bertemu Nabi Adam AS yang menyambut dan mendoakan kebaikan untuk beliau.

Perjalanan berlanjut ke langit kedua, tempat Rasulullah SAW bertemu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS yang juga menyambut dan mendoakan kebaikan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved