Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Wacana Pilkada Lewat DPRD

3 Hasil Survei Buktikan Mayoritas Warga Mutlak Tolak Pilkada Lewat DPRD

Sejumlah lembaga survei sudah merilis hasil survei tentang pendapat publik mengenai wacana Pilkada secara tidak langsung melalui DPRD.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kompas.com
Ilustrasi warga melakukan pemilihan kepala daerah di bilik suara. 

Ringkasan Berita:Wacana Pilkada Lewat DPRD
  • Partai Golkar usul Pilkada lewat DPRD, hanya PDIP yang tegas menolak di parlemen.
  • Survei LSI Denny JA: 66,1 persen publik tolak hak pilihnya diserahkan ke DPRD.
  • Litbang Kompas: 77,3 % rakyat nilai Pilkada langsung sistem paling cocok.
  • Populi Center: Hingga 94,3 % warga ingin bupati/wali kota dipilih rakyat.
  • Ada celah lebar antara ambisi elite partai dengan keinginan asli pemilihnya.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Di tengah gencarnya lobi-lobi partai politik pro-pemerintah untuk mengembalikan Pilkada ke tangan DPRD, suara publik justru menunjukkan arah sebaliknya. 

Meski Partai Golkar dan sejumlah partai besar mulai merapatkan barisan mendukung Pilkada tidak langsung, data dari berbagai lembaga survei membuktikan bahwa rakyat enggan hak pilihnya dirampas.

Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia sebelumnya mengklaim mekanisme melalui DPRD adalah wujud pelaksanaan kedaulatan yang lebih tepat.

“Kami yakin Pilkada lewat DPRD lebih tepat. Tapi ini perlu kajian mendalam,” ujar Bahlil dalam puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, (5/12/2025).

Namun, kajian mendalam tersebut justru hadir dari keresahan publik. PDIP saat ini menjadi satu-satunya kekuatan parlemen yang konsisten menolak usulan tersebut, sementara PKS masih berada di posisi abu-abu.

Sejumlah lembaga survei sudah merilis hasil survei tentang pendapat publik mengenai wacana Pilkada secara tidak langsung melalui DPRD.

Adapun saat ini hanya ada satu partai parlemen yang menolak keras Pilkada lewat DPRD, yakni PDIP. Sementara itu, PKS masih belum menentukan sikapnya.

Wacana ini menimbulkan pro dan kontra baik dari kalangan politikus maupun masyarakat luas.

Baca juga: Lobi Senyap di Lingkaran Penguasa Agar PDIP Agar Setuju Pilkada Lewat DPRD

Baca juga: Sosok Anjar Prabowo, Kadis PUPR Muaro Jambi yang Baru Dilantik Bupati  Bambang Bayu Suseno

Baca juga: Eggi Sudjana Tepati Janji Minta Maaf Langsung Usai Lihat Langsung Ijazah Jokowi: Case Close

Lalu, bagaimana pendapat masyarakat tentang wacana ini? Apakah lebih memilih Pilkada langsung atau tidak langsung? Berikut hasil surveinya.

1. LSI Denny JA

Hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan dirilis pada hari Rabu, (7/1/2026), menunjukkan sebanyak 66,1 persen responden menolak wacana Pilkada lewat DPRD.

Survei ini dilakukan pada 10-19 Oktober 2025 terhadap 1.200 responden yang dipilih dengan metodologi multi-stage random sampling.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengungkapkan mayoritas publik tetap ingin Pilkada dilakukan secara langsung, tidak lewat DPRD.

Responden ditanya apakah setuju atau tidak setuju wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih DPRD. Hasilnya, 66,1 persen menyatakan kurang setuju, tidak setuju, atau tidak setuju sama sekali.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved