Berita Nasional
Celios Semprot Pidato Presiden: Siapa yang Buat Teks Prabowo? Itu Salah Baca Data
Celios menyebut klaim Presiden Prabowo yang menyebut Indonesia Negara Paling Bahagia sebagai bentuk "salah baca data" yang fatal.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Media mempertanyakan validitas tim yang memasok data tersebut ke dalam naskah pidato kepresidenan.
"Saya enggak tahu siapa yang membuatkan teks pidato Prabowo, tapi silakan dicek kembali studinya. Keliru dibaca oleh pemerintah, yang bikin teks pidatonya salah," paparnya. Ia menambahkan bahwa untuk dimensi kebahagiaan riil, posisi tertinggi justru ditempati oleh Jepang, bukan Indonesia.
Media mengkhawatirkan narasi "rakyat bahagia dalam kemiskinan" ini justru menjadi tameng pemerintah untuk abai terhadap masalah nyata.
"Saya khawatir data ini digunakan untuk kita melupakan persoalan struktural di negeri ini," pungkasnya.
Baca juga: Bukan Sekadar Angka: Yunarto Wijaya Kritik Narasi Kuantitas Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo
Baca juga: Sikat Habis! Polres Tebo Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kebun Sawit, 8 Pelaku Tak Berkutik
Adapun, dalam survei GFS itu sebenarnya lebih menilai pada tingkat kesejahteraan atau flourish tadi, alih-alih hanya menilai kebahagiaan.
Survei ini melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 23 negara dan wilayah untuk mengukur sejauh mana masyarakat merasa hidup mereka bermakna, bahagia, sehat, dan memiliki hubungan sosial yang kuat.
Penelitian ini melibatkan peneliti, jurnalis, pembuat keputusan, dan praktisi edukasi juga turut serta untuk memberi gambaran menyeluruh terkait tingkat kesejahteraan.
Data dikumpulkan setiap tahun selama lima tahun, menggunakan sampel nasional yang representatif di masing-masing negara.
Skor indeks penelitian ini pada rentang 1-10, semakin tinggi skor, maka semakin tinggi pula kesejahteraan di negara tersebut.
Dari survei tersebut memang menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi pertama dunia dengan skor flourishing rata-rata 8,47 dari 10.
Angka tersebut mengungguli Meksiko dan Filipina yang berada di posisi selanjutnya.
Kemudian, skor terendah dari survei tersebut adalah Jepang dengan angka 5,93.
Apa saja yang dinilai?
Diketahui ada 6 indikator yang dinilai dalam membentuk global flourishing index, di antaranya sebagai berikut:
- Kebahagiaan dan kepuasan hidup (happiness and life satisfaction);
- Kesehatan mental dan fisik (mental and physical health);
- Makna dan tujuan hidup (meaning and purpose);
- Karakter dan keutamaan moral (character and virtue);
- Hubungan sosial yang erat (close social relationships);
- Stabilitas material dan finansial.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260109-Presiden-Prabowo-Subianto-di-Natal-Nasional-2025.jpg)