Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Cahaya di Bawah Terpal Biru: Saat 'Orang Rimba' Merangin Bicara Lewat Android

Seorang pria paruh baya yang merupakan Suku Anak Dalam duduk bersila di atas balai-balai kayu sederhana. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
@infoBMKG
Seorang pria paruh baya yang merupakan Suku Anak Dalam duduk bersila di atas balai-balai kayu sederhana. Mereka adalah SAD yang tinggal di Desa Mentawak, Kecamatan Nalotantan, Kabupaten Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM - Di bawah teduhnya perkebunan sawit di Desa Mentawak, Kecamatan Nalotantan, Kabupaten Merangin, tampak pemandangan yang sangat kontras dan mudah terlihat oleh siapa saja

Seorang pria paruh baya duduk bersila di atas balai-balai kayu sederhana. 

Atapnya hanya selembar terpal biru yang diikatkan pada tiang kayu seadanya, dindingnya adalah udara terbuka.
​Namun, perhatikan apa yang ada di genggamannya.

Bukan lagi tombak atau hasil buruan, melainkan sebuah ponsel pintar berbasis Android

Matanya lekat menatap layar yang menyala terang.

Di sebelahnya, botol minuman kemasan dan tas berisi perbekalan tergeletak, menandakan kehidupan yang masih semi-nomaden namun telah terkoneksi dengan dunia digital.

​Pemandangan di permukiman Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temenggung yang bermukim di Mentawak ini adalah potret nyata dari sebuah transisi besar.

"Electrifying Lifestyle" di sini tidak berbicara tentang mobil mewah listrik, melainkan tentang bagaimana aliran listrik PLN telah mengubah cara mereka berinteraksi dengan dunia.

​Apa yang terjadi di Mentawak adalah mikrokosmos dari tantangan dan harapan pemerataan energi di Jambi. 

Desa ini berada di Kabupaten Merangin, wilayah yang menjadi salah satu kantong populasi terbesar Orang Rimba.

​Mengacu pada data Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi tahun 2018, populasi Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi tercatat mencapai 5.235 jiwa. 

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan ribuan nyawa yang berhak atas akses energi yang setara.

​Kabupaten Merangin sendiri, tempat warga SAD Mentawak ini bermukim, menampung populasi terbesar kedua dengan 1.276 jiwa.

Tantangan melistriki wilayah ini setara dengan tantangan di Sarolangun yang memiliki populasi tertinggi (2.228 jiwa).

​Berikut peta sebaran populasi SAD yang menjadi target pemerataan pembangunan, termasuk akses energi:

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved