Berita Viral
Fantastis! Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Capai 32 Persen, Lebihi Jakarta-Jambi, Ini Kebijakannya
Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara (Malut) mencetak rekor fantastis, melesat hingga 32,09 persen pada Triwulan II-2025.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara (Malut) mencetak rekor fantastis, melesat hingga 32,09 persen pada Triwulan II-2025.
Angka pertumbuhan ekonomi di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda itu menjadikan Malut yang tertinggi di Indonesia.
Angka ini jauh meninggalkan provinsi lain seperti Sulawesi Tengah dan Kepulauan Riau yang berada di peringkat kedua dengan pertumbuhan sekitar 7 persen.
Bahkan mengungguli Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Al Haris yang hanya mencatat 4,99 persen.
Bahkan ada daerah yang pertumbuhan ekonominya boncos alias minus, yakni NTB, Papua Barat dan Papua Tengah.
Pencapaian luar biasa ini tak lepas dari peran dan kebijakan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Meskipun data utama pertumbuhan didorong oleh investasi besar-besaran di sektor hilirisasi nikel (Industri Pengolahan dan Pertambangan) yang merupakan proyek nasional, langkah-langkah efisiensi dan terobosan ala "Gubernur Milenial" yang diterapkan Sherly turut memberikan sentuhan berbeda dalam pengelolaan anggaran daerah.
Kebijakan Anti-Anggaran Boros ala Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda, yang dikenal sebagai salah satu kepala daerah perempuan termuda dan terkaya di Indonesia, membawa angin segar dalam birokrasi Maluku Utara.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Lagi Terpusat: Strategi Wali Kota Ciptakan Magnet Baru di Kota Jambi
Baca juga: Maling Borong 2 Motor Mahasiswa di Kosan Mendalo Jambi, CCTV Tak Membuat Gentar
Baca juga: Pilu! Kunci Motor Nancap Kepala Remaja di Kerinci Jambi, Biaya Rp40 Juta Dituntut ke Pelaku
Dia menggantikan cara-cara kuno yang dianggap tidak efektif dengan pendekatan yang lebih modern dan praktis.
Salah satu kebijakan paling menonjol dan berani adalah langkahnya dalam menolak permintaan anggaran yang dianggap tidak efisien:
1. Penolakan Anggaran Survei Jalan dan Pemanfaatan Media Sosial
Sherly secara tegas menolak permintaan anggaran sebesar Rp1,7 Miliar yang diajukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk survei jalan rusak di Maluku Utara.
Langkah Konvensional Ditolak
Alih-alih menyetujui dana survei yang besar dan memakan waktu, ia memilih jalur yang lebih cepat dan transparan.
Terobosan Digital
Sherly memanfaatkan media sosial miliknya sebagai platform resmi untuk menerima pengaduan dan laporan langsung dari masyarakat mengenai titik-titik jalan yang rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20251019-Gubernur-Maluku-Utara-Sherly-Tjoanda.jpg)