Sabtu, 30 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

14 Sapi Warga Bungo Jambi Mati, Diduga Akibat Diracun Pemilik Kebun

Sebanyak 14 ekor sapi di Desa Embacang Gedang, Kabupaten Bungo, Jambi ditemukan mati secara mendadak.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Instagram
14 ekor sapi warga bungo jambi mati medadak 

Kasian ???? mereka tidak bersalah cuma mencari makan kenapa dibunuh????." Komentar lain dari @cr4* senada, "Kalau ga suka ya tinggal usir bukan nya di racun."

Warganet lain seperti @mar* meminta pihak berwajib turun tangan, "Harus di usut pak kasus ini ,,apa sebabnya ko dibunuh."

Baca juga: Geger! Satu Keluarga di Mukomuko Ditangkap Polisi: Kompak Curi 55 Sapi, Tugas Ayah Jual, 4 Residivis

Baca juga: Fantastis Isi Garasi M Qodari, Dulu Teriak Jokowi Agar 3 Periode, Kini Dilantik Prabowo Jadi KSP

Namun, ada juga warganet yang memberikan sudut pandang berbeda. @ssy* menyoroti kemungkinan sapi memakan rumput yang sebelumnya sudah diracun oleh pemilik kebun untuk membasmi gulma,

"Orang ngeracuni rumputnya???? kocak."

Di sisi lain, banyak warganet yang justru membela pemilik kebun dan menyalahkan pemilik sapi.

Mereka berpendapat bahwa pemilik sapi seharusnya bertanggung jawab dengan membuat kandang dan mencari pakan.

"Seharusnya yang punya sapi berfikir, kalau mau pelihara sapi ya dibuatin kandang dicarikan rumput. Bukan disuruh cari makan sendiri," kata @tol*.

Akun @kin* menceritakan pengalaman pribadinya yang serupa, "Saya akan mendukung pemilik kebun, karena saya pernah merasakan di posisi itu nanam pepaya habis semua di makan sapi, di tegur pemiliknya malah galakan pemiliknya."

Hal ini didukung oleh @cua** yang berkomentar, "Bisa punya sapi tapi gak bisa nyari pakan nya, bukan salah yang punya kebun disaat mereka meracun gulma dikebun, terus sapi nya datang makan rumput,."

Solusi Jangka Panjang

Beberapa warganet juga menawarkan solusi agar kejadian serupa tidak terulang. @sum* mengusulkan,

"Bikin peraturan pemerintah kalo mau ternak wajib bikin pekarangan/ kandang sendiri urus sendiri. Jadi ga saling menyalahkan." 

Pendapat ini diamini oleh @her*, "Pola menggembala ternak sudah tidak relevan lagi saat ini, banyaknya kejadian sudah saatnya pemerintah turun kebawah mencari solusi agar masyarakat beternak kandang."

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kasus ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para peternak dan petani untuk mencari solusi bersama agar tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Peringkat Kredit Naik, PalmCo Dinilai Semakin Sehat dan Tangguh

Baca juga: Buruh Sawit di Sarolangun Mengaku Diperas Polisi Rp3 Juta usai Dijemput Enam Orang

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved