Minggu, 31 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

14 Sapi Warga Bungo Jambi Mati, Diduga Akibat Diracun Pemilik Kebun

Sebanyak 14 ekor sapi di Desa Embacang Gedang, Kabupaten Bungo, Jambi ditemukan mati secara mendadak.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Instagram
14 ekor sapi warga bungo jambi mati medadak 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 14 ekor sapi di Desa Embacang Gedang, Kabupaten Bungo, Jambi ditemukan mati secara mendadak.

Peristiwa tragis ini menimbulkan amarah warga.

Warga menduga ternak-ternak mereka diracun oleh oknum pemilik Kebun sawit.

Video yang menunjukkan belasan sapi tergeletak dengan perut membesar bahkan viral di media sosial.

Hal itu memicu beragam reaksi dari warganet.

Menurut warga setempat, sapi-sapi di desa memang biasa dilepasliarkan untuk mencari makan.

Kawanan sapi ini sering kali masuk ke area perkebunan sawit, tetapi mereka diklaim hanya memakan rumput, bukan merusak tanaman sawit.

Namun, dugaan kuat mengarah pada adanya pihak yang sengaja memberikan air minum atau pakan yang sudah dicampur racun, yang menyebabkan kematian massal ini.

Baca juga: Detik-detik Dramatis Penangkapan Keluarga Pencuri Sapi di Mukomuko: Tabrak Polisi, Ada Tidur Pulas

Baca juga: KKB Papua Tersangka Pembunuhan Diserahkan ke Jaksa, Mengungkap Latar Belakang Kejahatan yang Keji

Baca juga: Masa Depan Politik Gibran di Ujung Tanduk, Absen di Pelantikan Menteri Jadi Sorotan,Apa Kata Jokowi?

Kematian sapi-sapi ini bukan hanya menimpa satu orang, melainkan beberapa warga.

Sehingga kerugian yang ditanggung cukup besar dan memicu kemarahan kolektif.

Kasus ini kemudian menarik perhatian publik setelah video yang diunggah akun Instagram @seputarjambi.info menjadi viral, menampilkan pemandangan pilu sapi-sapi yang tak bernyawa.

Video viral tersebut memicu perdebatan sengit

 di kolom komentar.

Reaksi warganet terbagi menjadi dua kubu: mereka yang bersimpati pada pemilik sapi dan yang mendukung pemilik kebun.

Sebagian warganet meluapkan kekecewaan dan kemarahan atas tindakan keji ini. Akun @3pr* menulis,

Kasian ???? mereka tidak bersalah cuma mencari makan kenapa dibunuh????." Komentar lain dari @cr4* senada, "Kalau ga suka ya tinggal usir bukan nya di racun."

Warganet lain seperti @mar* meminta pihak berwajib turun tangan, "Harus di usut pak kasus ini ,,apa sebabnya ko dibunuh."

Baca juga: Geger! Satu Keluarga di Mukomuko Ditangkap Polisi: Kompak Curi 55 Sapi, Tugas Ayah Jual, 4 Residivis

Baca juga: Fantastis Isi Garasi M Qodari, Dulu Teriak Jokowi Agar 3 Periode, Kini Dilantik Prabowo Jadi KSP

Namun, ada juga warganet yang memberikan sudut pandang berbeda. @ssy* menyoroti kemungkinan sapi memakan rumput yang sebelumnya sudah diracun oleh pemilik kebun untuk membasmi gulma,

"Orang ngeracuni rumputnya???? kocak."

Di sisi lain, banyak warganet yang justru membela pemilik kebun dan menyalahkan pemilik sapi.

Mereka berpendapat bahwa pemilik sapi seharusnya bertanggung jawab dengan membuat kandang dan mencari pakan.

"Seharusnya yang punya sapi berfikir, kalau mau pelihara sapi ya dibuatin kandang dicarikan rumput. Bukan disuruh cari makan sendiri," kata @tol*.

Akun @kin* menceritakan pengalaman pribadinya yang serupa, "Saya akan mendukung pemilik kebun, karena saya pernah merasakan di posisi itu nanam pepaya habis semua di makan sapi, di tegur pemiliknya malah galakan pemiliknya."

Hal ini didukung oleh @cua** yang berkomentar, "Bisa punya sapi tapi gak bisa nyari pakan nya, bukan salah yang punya kebun disaat mereka meracun gulma dikebun, terus sapi nya datang makan rumput,."

Solusi Jangka Panjang

Beberapa warganet juga menawarkan solusi agar kejadian serupa tidak terulang. @sum* mengusulkan,

"Bikin peraturan pemerintah kalo mau ternak wajib bikin pekarangan/ kandang sendiri urus sendiri. Jadi ga saling menyalahkan." 

Pendapat ini diamini oleh @her*, "Pola menggembala ternak sudah tidak relevan lagi saat ini, banyaknya kejadian sudah saatnya pemerintah turun kebawah mencari solusi agar masyarakat beternak kandang."

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kasus ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para peternak dan petani untuk mencari solusi bersama agar tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Peringkat Kredit Naik, PalmCo Dinilai Semakin Sehat dan Tangguh

Baca juga: Buruh Sawit di Sarolangun Mengaku Diperas Polisi Rp3 Juta usai Dijemput Enam Orang

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved