Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

MEMANAS, PM Qatar Bersumpah Balas Serangan Israel

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani sumpah balas serangan Israel yang mengguncang ibu kota Doha pada Selasa (9/9/2025). 

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Tangkap layar YouTube Al Jazeera English
KECAM SERANGAN.Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam atas serangan Israel yang mengguncang ibu kota Doha pada Selasa (9/9/2025).  

TRIBUNJAMBI.COM -Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam atas serangan Israel yang mengguncang ibu kota Doha pada Selasa (9/9/2025). 

Dalam konferensi pers resmi, Al-Thani menyebut serangan itu sebagai bentuk “terorisme negara” dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Qatar.

“Negara Qatar berkomitmen untuk bertindak tegas terhadap apa pun yang menargetkan wilayahnya dan akan berhak untuk membalas serta mengambil semua tindakan yang diperlukan,” tegas Al-Thani, dilansir Reuters.


Militer Israel berdalih serangan ke Doha ditujukan untuk melemahkan kepemimpinan politik Hamas yang disebut masih menggunakan Qatar sebagai pusat strategi dan diplomasi, termasuk negosiasi pembebasan sandera.

 Namun klaim itu justru memicu kecaman internasional, sebab rudal yang ditembakkan menghantam kawasan permukiman padat.

Menurut laporan Al Jazeera, ledakan merusak kompleks perumahan, memecahkan kaca jendela apartemen, dan merobohkan sejumlah rumah di sekitar lokasi. 

Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan sedikitnya enam orang tewas, termasuk seorang pejabat keamanan Qatar serta lima anggota Hamas

Di antara korban terdapat putra pemimpin Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, serta seorang ajudannya.

Selain korban jiwa, lebih dari 20 warga sipil mengalami luka-luka akibat terkena serpihan bangunan. 

Infrastruktur publik juga terdampak, termasuk jaringan listrik dan komunikasi di sekitar area ledakan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menegaskan serangan tersebut telah melukai warga sipil dan merusak fasilitas umum.

 “Serangan ini adalah pelanggaran berat hukum internasional dan mengancam keamanan warga Qatar,” ujarnya.

Sikap Qatar: Balasan Diplomatik atau Hukum Internasional

Meski Al-Thani bersumpah membalas, pemerintah Qatar belum merinci bentuk serangan balasan yang akan diambil.

 Analis menilai kapasitas militer Qatar relatif kecil dibanding Iran atau Israel, sehingga jalur diplomasi dan hukum internasional menjadi opsi yang lebih mungkin.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved