Dampak Dolar Naik ke Jambi
Daya Beli Menurun, Pakar Ekonomi Jambi Ingatkan Dampak Pelemahan Rupiah
Pakar Ekonomi Universitas Jambi menilai melemahnya daya beli masyarakat dipengaruhi pendapatan, ketidakpastian ekonomi, hingga pelemahan rupiah.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Heri Prihartono
Ketika masyarakat mengurangi pengeluaran, permintaan terhadap produk dan jasa sektor informal juga ikut menurun.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan kondisi tersebut turut dipengaruhi faktor musiman yang biasanya terjadi setelah momen hari besar keagamaan.
Menurutnya, harga yang stabil tidak selalu berarti terjangkau bagi masyarakat. Faktor yang lebih menentukan adalah kemampuan pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan.
"Harga stabil bukan berarti murah bagi masyarakat. Misalnya pendapatan seseorang Rp1 juta dengan harga yang stabil. Ketika pendapatannya turun menjadi Rp800 ribu sementara harga tetap, maka daya belinya tetap turun," katanya.
Melemahnya Rupiah
Haryadi menilai gejolak ekonomi global dan pelemahan rupiah turut memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Meski sebagian besar masyarakat tidak bertransaksi menggunakan dolar Amerika Serikat, dampak pelemahan rupiah tetap dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Walaupun masyarakat desa tidak memegang dolar, dampak kenaikan dolar itu sampai ke dapur rumah tangga," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan utama dan mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak.
"Saya sarankan belanja sesuai kebutuhan. Kalau tidak terlalu dibutuhkan, jangan dulu dibeli. Masyarakat perlu memiliki cadangan untuk berjaga-jaga menghadapi kondisi ekonomi yang tidak pasti," katanya.
Kebijakan Pemerintah
Di sisi lain, pemerintah juga diminta mengambil langkah yang mampu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat dan mempertahankan lapangan kerja.
Menurutnya, hilangnya lapangan pekerjaan akibat ketidakpastian ekonomi dapat memperburuk kondisi daya beli masyarakat.
"Pemerintah harus berhati-hati mengambil kebijakan dan mendorong ekonomi masyarakat tetap bergerak. Jangan sampai lapangan kerja yang ada justru hilang karena ketidakpastian ekonomi. Jika itu terjadi, pengangguran akan meningkat dan pendapatan masyarakat semakin menurun," pungkasnya.
(Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: Pedagang Pasar Angso Duo Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun
| Kadis Kominfo Jambi: AI Tingkatkan Efisiensi Humas, tetapi Tetap Perlu Kendali Manusia |
|
|---|
| Nasib Warga Kota Jambi Kini Bayar Iuran Sampah hingga Rp45 Ribu per Bulan Imbas TPS Ditutup |
|
|---|
| Harga Ayam Potong di Pasar Angso Duo Jambi Turun, Tapi Sepi Pembeli |
|
|---|
| MinyaKita Mulai Sulit Ditemukan, Warga Kota Jambi Beralih ke Minyak Curah |
|
|---|
| Cara Daftar Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Jambi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pedagang-di-Pasar-Angso-Duo-Kota-Jambi.jpg)